Operasi angkatan laut tersebut dimulai sekitar tiga pekan lalu. Blokade itu menghambat Iran mengekspor sebagian besar minyaknya dan mengimpor pasokan gandum penting. Tekanan terhadap ekonomi Iran mulai terlihat, ditandai dengan anjloknya nilai rial.
Jalur kereta api ini juga semakin memperkuat ketergantungan Iran terhadap China sebagai negara manufaktur terbesar di dunia, di mana Beijing membeli hampir seluruh minyak Iran.
Untuk saat ini, perdagangan sebagian besar berlangsung satu arah, dengan kontainer menuju Iran membawa barang industri dan konsumsi, termasuk suku cadang otomotif, generator, dan elektronik, kata sumber tersebut. Pejabat Iran mengatakan mereka tengah mempertimbangkan penggunaan jalur kereta untuk mengekspor produk seperti petrokimia dan bahan bakar di masa mendatang.
“Dulu kereta ini bahkan tidak beroperasi sama sekali pada beberapa pekan tertentu; sekarang seluruh kapasitas untuk Mei sudah penuh,” kata Managing Director Silkroad-Avrasya Multimodal Logistics yang berbasis di Turki, Altan Dursun, sebuah agen pemesanan angkutan kereta yang fokus pada perdagangan dengan China.
Menurut Dursun, penambahan kapasitas sedang disiapkan untuk Juni. Setiap kereta dari Xi’an membawa sekitar 50 kontainer standar 40 kaki, sedangkan satu kapal kontainer jarak jauh dapat mengangkut ribuan kontainer.
Islamic Republic of Iran Railways, operator kereta api milik negara Iran, belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Sejak perang pecah pada akhir Februari akibat serangan AS dan Israel terhadap Iran, China berulang kali menyerukan gencatan senjata dan membantah telah mengirim senjata kepada sekutunya yang tengah terkepung itu.
Beijing dalam beberapa hari terakhir juga meningkatkan upaya diplomasi menjelang pertemuan penting pekan depan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.
China menjadi tuan rumah kunjungan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz “sesegera mungkin.” Sehari kemudian, Senator Partai Republik Amerika Serikat Steve Daines berterima kasih kepada China atas upayanya membantu mengakhiri perang.
Hubungan finansial dan perdagangan yang luas dengan negara-negara Teluk Persia membuat Beijing berupaya menyeimbangkan kepentingannya di kawasan, tempat China telah menanamkan investasi dan proyek konstruksi senilai sekitar US$270 miliar dalam dua dekade terakhir.
Jalur perdagangan dengan China menjadi bagian dari upaya Iran selama bertahun-tahun untuk memperluas koridor logistik bersama negara-negara sekutu dan melindungi diri dari tekanan Barat.
Pada Oktober lalu, Iran untuk pertama kalinya mulai mengekspor solar menggunakan kereta api ke Afghanistan melalui jalur Khaf-Herat sepanjang 225 kilometer yang menghubungkan Provinsi Khorasan-e Razavi di timur laut Iran dengan kota Herat, menurut laporan media pemerintah.
Pada Februari tahun lalu, China meluncurkan jalur kereta barang langsung menuju Hairatan di Afghanistan utara, menurut laporan Xinhua. Beberapa bulan kemudian, Uzbekistan dan Afghanistan mengumumkan rencana memperpanjang jalur kereta tersebut hingga Herat, yang berjarak sekitar 130 kilometer dari perbatasan Iran.
Media pemerintah Press TV menggambarkan jalur Xi’an sebagai “solusi vital cadangan untuk menjaga perdagangan bilateral dari cengkeraman hegemoni Amerika Serikat” dalam laporan mengenai pengoperasiannya tahun lalu.
Selain jalur China, Iran juga berkomitmen menggelontorkan miliaran dolar untuk membangun jalur utara-selatan yang menghubungkannya dengan Rusia.
Iran mampu memindahkan sekitar 40% perdagangan maritim normalnya ke jalur darat, kata Ketua Komite Kontainer Asosiasi Pengiriman Nasional Iran, Kambiz Etemadi, pekan lalu, menurut kantor berita semi-resmi Fars.
Permintaan truk dari Turki juga meningkat sejak blokade dimulai, kata sebuah perusahaan angkutan di Istanbul, seraya menambahkan sebagian besar kargo baru membawa bahan pangan dan minyak bunga matahari.
Duta Besar Iran untuk Pakistan bertemu Menteri Perkeretaapian Pakistan pada Kamis untuk membahas proyek peningkatan volume angkutan barang, menurut pernyataan kementerian di platform X.
Dengan pelabuhan laut Iran yang sebagian besar terputus, jalur impor alternatif menjadi sangat penting ketika Teheran berupaya menjaga roda ekonomi tetap bergerak dan meminimalkan kekurangan pasokan yang mendorong inflasi. Pelemahan tajam mata uang rial sempat memicu protes mematikan terhadap Iran pada Januari, dan sejak itu nilai rial terus melemah ke rekor terendah baru terhadap dolar AS.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu mengkritik para pedagang karena melakukan “spekulasi keuntungan dan penimbunan,” serta berjanji akan mengambil “tindakan tegas terhadap setiap pelanggaran yang mengganggu ketenangan masyarakat.”
(bbn)

























