Laporan Fitch: Gejolak Timur Tengah Picu Pelemahan Sukuk ESG
Redaksi
16 April 2026 05:39

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gejolak geopolitik akibat perang di Timur Tengah mulai menekan pasar sukuk hijau alias sukuk yang berbasis ESG (Environment, Social, dan Government) secara global.
Namun, di balik pelemahan jangka pendek, volatilitas harga minyak justru dinilai berpotensi membuka ruang pertumbuhan baru dalam jangka panjang.
Laporan terbaru dari Fitch Ratings bertajuk Global ESG Sukuk Market Monitor: 1Q26 menunjukkan aktivitas pasar sukuk ESG global pada kuartal I-2026 menjadi yang terlemah sejak akhir 2021. Tekanan ini terutama dipicu oleh ketidakpastian konflik, termasuk durasi perang dan keberlanjutan gencatan senjata.
"Pasar sukuk ESG global mencatat aktivitas kuartalan terlemah pada kuartal I-2026 sejak kuartal IV-2021. Namun perang dan volatilitas harga minyak dapat mempercepat diversifikasi energi dan mendukung pertumbuhan sukuk ESG dalam jangka panjang," ujar Bashar Al Natoor, Managing Director Global Head of Islamic Finance.
Bashar menambahkan bahwa fundamental sukuk ESG tetap solid, dengan mayoritas instrumen yang diperingkat oleh Fitch Ratings berada dalam kategori investment-grade.



























