Logo Bloomberg Technoz

Mata uang yang menguat seperti ringgit Malaysia, dolar Taiwan, dan won Korea Selatan selaras dengan capaian indeks manufaktur PMI April yang disurvei oleh S&P Global. 

Mata uang Asia, Senin (4//5/2026). (Bloomberg)

Korea Selatan tercatat naik menjadi 53,6 dari sebelumnya 52,6 pada Maret, Taiwan naik menjadi 55,3 dari 53,3 pada Maret, dan malaysia naik menjadi 51,6 dari posisi Maret 50,7.  

Sebaliknya, Myanmar turun menjadi 50,9 dari 51,5 pada Maret, disusul Vietnam turun menjadi 50,5 pada April dari sebelumnya 51,2. Sementara, Indonesia turun paling dalam menjadi 49,1 pada April, dari posisi Maret yang sebesar 50,1. 

Kondisi ini mengindikasikan bahwa sinyal perlambatan ekonomi makin nyaring. Posisi indeks manufaktur di bawah 50 artinya menunjukkan ada kontraksi ekonomi yang terjadi di pasar domestik. 

Mega Capital Sekuritas meproyeksikan momentum apresiasi rupiah bergantung pada rilis data inflasi dan surplur neraca dagang hari ini.

"Apabila inflasi di April lebih rendah dari konsensus, maka hal ini akan berdampak positif ke rupiah," kata Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist dan Nanda Puput Rahmawati, Research Analyst Mega Capital Sekuritas dalam catatannya (4/5/2026). 

Sebaliknya, jika surplus neraca dagang lebih rendah dari konsensus US$2,27 juta (proyeksi ekonom), US$1 juta (proyeksi MCS), maka tekanan depresiasi terhadap rupiah akan masih berlanjut. 

Analisa Teknikal 

Analisis Teknikal Rupiah Senin 4 Mei 2026 (Sumber: Bloomberg)

Secara teknikal, rupiah masih ada risiko melemah pada perdagangan hari ini. Target pelemahan kembali tertekan menuju Rp17.400/US$.

Level selanjutnya berharap tertahan di Rp17.450/US$ dengan tertembusnya support kuat dari posisi sebelumnya.

Adapun dalam tren jangka menengah, atau dalam sepekan perdagangan, rupiah masih melaju di tren bearish. Apabila tertembus trendline channel kuatnya lagi, maka berpotensi makin melemah hingga Rp17.500/US$ yang tercermin dari time frame daily.

Apabila rupiah memberikan tanda-tanda menguat nantinya, maka resistance terdekat dapat menuju Rp17.300/US$. Rentang laju rupiah dalam resistance di antara Rp17.200/US$ sampai dengan Rp17.100/US$.

(riset/aji)

No more pages