Tuntutan Petani di Hari Buruh: Hak Tanah hingga Reforma Agraria
Dovana Hasiana
01 May 2026 11:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Serikat Petani Indonesia menyampaikan tuntutannya dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026 yang diselenggaralan di Monas Jakarta pada hari ini, Jumat (1/5/2026).
Bidang Komunikasi Serikat Petani Indonesia Anna Pane menyampaikan hingga saat ini petani masih belum sepenuhnya berdaulat atas sumber agraria kekayaan negeri ini. Menurutnya, kondisi ini terlihat dari masih tingginya ketimpangan penguasaan tanah, maraknya konflik agraria, serta kebijakan yang belum sepenuhnya berpihak pada petani.
“Dalam situasi tersebut, petani kerap terpinggirkan dari akses terhadap tanah sebagai sumber utama kehidupan dan produksi pangan,” ujar Anne kepada awak media, Jumat (1/5/2026).
Selain persoalan penguasaan tanah, Serikat Petani Indonesia juga menyoroti dampak pasar bebas yang didorong melalui skema perdagangan global seperti Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO); Perjanjian Perdagangan Bebas atau Free Trade Agreement (FTA), serta berbagai perjanjian perdagangan internasional lainnya yang dinilai menekan kehidupan petani.
Menurutnya, liberalisasi sektor pertanian membuat harga hasil tani tidak stabil dan cenderung rendah. Sehingga petani tidak memperoleh pendapatan yang layak dari produksi pertaniannya.


























