Memasuki bulan ketiga perang, ConocoPhillips memperingatkan adanya ancaman "kelangkaan kritis" minyak bagi sejumlah negara. Kepala Keuangan ConocoPhillips, Andy O’Brien, mengatakan kepada para analis pada Kamis bahwa krisis pasokan ini kemungkinan besar akan memburuk secara signifikan mulai bulan Juni mendatang.
"Pasar sempat mengalami masa tenggang di awal konflik ketika tanker-tanker yang meninggalkan Teluk Persia pada akhir Februari masih berada di lautan; kini semuanya telah sampai di tujuan," kata O’Brien. "Kita akan mulai melihat negara-negara yang bergantung pada impor berpotensi menghadapi kelangkaan kritis saat kita memasuki periode Juni-Juli."
Di sisi lain, selisih antara harga di pasar berjangka (paper price) dan pasar fisik kini semakin menyempit seiring dengan mulai terasa nyatanya pengetatan pasokan domestik untuk pertama kalinya sejak perang dimulai. Ekspor minyak mentah AS melonjak ke rekor tertinggi pekan lalu karena pembeli global mulai beralih ke produsen Amerika untuk menggantikan pasokan yang hilang dari Timur Tengah.
Harga:
- WTI untuk pengiriman Juni naik 0,7% menjadi US$105,74 per barel pada pukul 06.35 waktu Singapura.
- Brent untuk pengiriman Juli ditutup relatif stabil di US$110,40 per barel pada Kamis.
(bbn)


























