Sejumlah saham menjadi pemberat IHSG pada perdagangan siang hari ini pada jeda Sesi I. Saham–saham barang baku, saham perindustrian, dan saham energi mencatatkan pelemahan paling dalam, dengan masing–masing minus 3,76%, 3,21% dan 2,77%.
Melemahnya IHSG merupakan efek secara langsung dari pernyataan Donald Trump yang dikabarkan telah memerintahkan para penasihatnya untuk mempersiapkan perpanjangan blokade Angkatan Laut AS di Selat Hormuz, seperti yang dilaporkan Bloomberg News.
Laporan Wall Street Journal (WSJ) menyebutkan dalam pertemuan dengan para penasihat senior, Trump memutuskan untuk terus menekan kemampuan ekspor minyak Iran dengan menghentikan setiap kapal yang menuju atau berasal dari pelabuhan Iran.
Sejauh ini, AS terus memblokade kapal yang menuju dan meninggalkan pelabuhan Iran guna memutus pendapatan minyak negara tersebut. Di sisi lain, Iran tetap menutup selat bagi hampir semua lalu lintas kapal lainnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Iran memberi sinyal kesediaan menerima kesepakatan sementara untuk membuka kembali selat tersebut, dengan imbalan penghentian blokade pelabuhan oleh Washington. Namun, Trump dilaporkan menolak tawaran tersebut dan menyatakan kepada para penasihatnya bahwa proposal itu menunjukkan Iran tidak bernegosiasi dengan niat baik, demikian dilaporkan Wall Street Journal.
Mediator di Pakistan memperkirakan Iran akan menyerahkan revisi proposal damai dalam beberapa hari ke depan, lapor CNN pada selasa, mengutip sumber yang dekat dengan proses mediasi.
Dampak langsungnya, harga minyak mentah Brent melejit untuk sesi ketujuh berturut–turut hingga ditutup di atas US$125 per barel. Pasar semakin gelisah proses perdamaian yang berlarut–larut akan membuat Selat Hormuz tertutup tanpa batas waktu yang jelas.
Tawaran Iran untuk mengakhiri perang “lebih baik dari yang kami perkirakan,” kata Menteri Luar Negeri Marco Rubio kepada Fox News, mengutip Bloomberg News.
Namun, Gedung Putih masih memiliki “pertanyaan apakah pihak yang mengajukan proposal itu memiliki kewenangan”, mengulang klaim sebelumnya bahwa para pemimpin Iran terpecah dalam strategi negosiasi mereka.
Terlebih lagi pejabat The Fed sedikit mengubah narasi dengan menyebut “perkembangan di Timur Tengah berkontribusi pada tingginya tingkat ketidakpastian prospek ekonomi,” pada pertemuan rapat kebijakan moneter terbaru mereka.
The Fed tetap mempertahankan frasa terkait “besaran dan waktu penyesuaian tambahan” terhadap suku bunga.
Pertemuan tersebut juga menunjukkan friksi internal. Gubernur The Fed Cleveland Beth Hammack, bersama Neel Kashkari dari Minneapolis dan Lorie Logan dari Dallas, “mendukung dipertahankannya suku bunga namun menolak penyertaan bias pelonggaran dalam pernyataan kali ini.”
Sebaliknya, Deputi Gubernur Stephen Miran memberikan suara berbeda karena lebih mendukung pemangkasan bunga.
(fad/aji)




























