Dini hari tadi waktu Indonesia, Gubernur Jerome “Jay” Powell dan kolega sepakat untuk pertahankan suku bunga acuan di 3,5-3,75%. Namun keputusan itu tidak bulat karena empat Anggota Komite Pengambil Kebijakan (Federal Open Market Committee/FOMC) memberikan pandangan berbeda alias dissenting opinion.
“Isu stagflasi dan kenaikan suku bunga kembali jadi perhatian, yang tercermin dari nada hawkish The Fed. Pikiran bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuan menekan harga emas,” kata Nicky Shiels, Head of Research and Metals Strategy di MKS PAMP SA, dalam catatannya.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan terasa kurang menguntungkan saat suku bunga betul-betul naik.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini, Kamis (30/4/2026)? Berapa saja target yang perlu dicermati pelaku pasar?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas terjebak di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 37. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.
Kemudian indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh nol. Paling kecil, sudah sangat jenuh jual (oversold).
Untuk perdagangan hari ini, harga emas sebenarnya berpeluang naik. Cermati pivot point di US$ 4.561/troy ons.
Dari situ, harga berpotensi mengetes resisten US$ 4.616/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Target berikutnya ada di US$ 4.676/troy ons, yang adalah MA-10.
Target paling optimistis atau resisten terjauh ada di US$ 4.713/troy ons.
Namun andai harga emas turun lagi, maka US$ 4.522/troy ons rasanya bisa menjadi target support terdekat. Penembusan di titik ini berisiko menggunting harga ke rentang US$ 4.511-4.486/troy ons.
Target paling pesimistis atau support terjauh ada di US$ 4.411/troy ons.
(aji)

























