Logo Bloomberg Technoz

Saham Telkom Indonesia (TLKM) berhasil menguat 50 poin atau mencapai 1,77% di level Rp2.870/saham usai sebanyak 144 juta saham ditransaksikan. Adapun nilai transaksi saham TLKM sepanjang hari ini mencapai Rp410 miliar.

Yang juga sama potensialnya, saham GOTO mencatatkan kenaikan 2 poin dengan menguat 3,77% hingga ditutup di posisi Rp55/saham. Nilai transaksi jual–beli saham GOTO mencapai 7,6 miliar saham dengan nilai Rp431 miliar.

Sepuluh saham teratas yang menopang IHSG, berdasarkan data Bloomberg, Rabu.

  1. Telkom Indonesia (TLKM) menyumbang 5,24 poin
  2. Impack Pratama Industri (IMPC) menyumbang 4,86 poin
  3. Pacific Strategic Financial (APIC) menyumbang 4,07 poin
  4. GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) menyumbang 3,95 poin
  5. Sinar Mas Multiartha (SMMA) menyumbang 3,48 poin
  6. Barito Renewables Energy (BREN) menyumbang 2,96 poin
  7. Arkora Hydro (ARKO) menyumbang 2,33 poin
  8. Amman Mineral Internasional (AMMN) menyumbang 2,28 poin
  9. Chandra Daya Investasi (CDIA) menyumbang 1,96 poin
  10. MNC Tourism Indonesia (KPIG) menyumbang 1,45 poin

Saham LQ45 unggulan turut menopang laju IHSG sepanjang hari hingga ditutup di teritori positif, saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) melesat 6,06%, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melejit 4,35%. Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menguat 3,83%, dan saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) meninggi 3,67%.

Menyusul saham PT Ciputra Group Tbk (CTRA) menguat 2,86%, saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) terapresiasi 2,85%, saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) melaju dengan kenaikan 2,64%, dan saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menguat 2,45%.

Potensi IHSG Selanjutnya

Sementara itu, secara teknikal, indikator MACD masih membentuk pelebaran histogram negatif. Stochastic RSI berada di area oversold, namun belum menunjukkan reversal. 

Melansir riset Phintraco Sekuritas, IHSG diperkirakan menguji level MA–5 di sekitar level 7.156, namun perlu diwaspadai potensi profit taking menjelang long weekend.

Dari sisi fundamental, pasar mengambil posisi sambil menunggu keputusan suku bunga acuan dan Konferensi Pers dari Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) malam ini.

Paparan Jerome Powell berlangsung di tengah–tengah kenaikan harga minyak mentah yang lompat lebih dari 8% dalam tiga hari perdagangan, berdasarkan data Bloomberg per Rabu (29/4/2026) dengan minyak mentah jenis Brent diperdagangkan di atas US$114,34 per barel, sedang WTI dihargai US$103,35 per barel.

Harga Minyak Brent Terus Menanjak. Sumber: Bloomberg

Surat kabar harian The Wall Street Journal (WSJ), menyitir Phillip Sekuritas Indonesia, Presiden AS Donald Trump memerintahkan para pembantunya untuk bersiap menghadapi blokade laut yang berkepanjangan di Selat Hormuz sebagai upaya untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran seiring dengan perang di Timur Tengah yang memasuki bulan ketiga.

Dalam pertemuan dengan para pembantu utamanya, Presiden Trump memutuskan untuk terus menekan kemampuan Iran dalam mengekspor minyak dengan menghentikan setiap kapal yang menuju atau berangkat dari pelabuhan di Iran.

Presiden Trump menilai itu adalah pilihan dengan risiko paling rendah daripada melanjutkan pemboman atau menarik AS keluar sepenuhnya dari konflik.

“Selain itu, keputusan Uni Emirat Arab (UEA) keluar dari OPEC mulai hari Jumat tanggal 1 Mei juga menjadi sorotan para pelaku pasar,” terang Philip dalam catatan terbarunya.

OPEC menyumbang sekitar 40% dari produksi minyak dunia, dan UEA adalah salah satu produsen minyak terbesar di OPEC. Dalam beberapa tahun, UEA telah menentang kuota produksi OPEC karena ingin menjual lebih banyak minyak ke seluruh dunia.

Dengan berbagai sentimen yang ada, Panin Sekuritas berharap IHSG tetap bertahan di atas support 6.917 – 7.022.

Bila penguatan IHSG terus bersambung, Stochastic golden cross bisa lanjut di area oversold, “IHSG berpotensi rebound menuju resistance terdekat MA–5@ 7.178, disusul MA–20 @ 7.343,” analisis Panin Sekuritas.

(fad)

No more pages