Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, beban keuangan masih menjadi tekanan meski turun menjadi Rp9,41 miliar dibandingkan Rp15,57 miliar pada periode sebelumnya. Di sisi lain, pendapatan lainnya tercatat naik menjadi Rp7,76 miliar dari Rp250 juta, memberikan sedikit penopang terhadap kinerja.

Akumulasi dari berbagai faktor tersebut menyebabkan laba sebelum pajak turun tajam menjadi Rp24,21 miliar dari Rp63,47 miliar. Setelah dikurangi beban pajak sebesar Rp6,89 miliar, laba periode berjalan tercatat sebesar Rp17,32 miliar, turun jauh dari Rp48,96 miliar pada kuartal I-2025.

Dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat sebesar Rp4,72 triliun per 31 Maret 2026, relatif stabil dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp4,77 triliun. Sementara itu, total liabilitas turun menjadi Rp1,29 triliun dari Rp1,35 triliun.

Adapun total ekuitas meningkat tipis menjadi Rp3,42 triliun dari Rp3,41 triliun pada akhir tahun lalu, mencerminkan akumulasi laba yang masih positif meski mengalami penurunan kinerja secara tahunan.

(dhf)

No more pages