WBN ‘Tutup’ Tambang Efek RKAB, APNI Waspada Ada Kasus Serupa
Azura Yumna Ramadani Purnama
29 April 2026 08:30

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) mewaspadai terdapat perusahaan nikel selain PT Weda Bay Nickel (WBN) yang harus menutup tambangnya sementara waktu gegara kuota produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 sudah habis.
Dewan Penasihat Pertambangan APNI Djoko Widajatno menyatakan hingga saat ini belum terdapat laporan dari anggota asosiasinya ihwal kuota produksi yang telah habis, tetapi dia mengaku bakal segera memonitor hal tersebut.
“Kemungkinan ada [yang kuota produksi habis dan harus menutup sementara tambang], karena asosiasi belum ada laporan dari anggotanya. Kami coba tanyakan ke anggota dulu,” kata Djoko ketika dihubungi, Rabu (29/4/2026).
Ihwal rencana penutupan tambang PT WBN untuk dilakukan pemeliharaan gegara kuota produksi habis, Djoko menilai RKAB yang direstui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk perusahaan tersebut memang terlampau rendah.
Djoko meyakini Kementerian ESDM bakal merestui revisi RKAB yang diajukan PT WBN, sebab keberlangsungan tambang akan sangat menentukan proses hilirisasi nasional.






























