Selain itu, rapat koordinasi tersebut juga diharapkan dapat memberikan gambaran bagi kepolisian dalam memitigasi berbagai macam isu ke depan.
“Namun, juga kita tetap terus waspada terhadap eskalasi yang ada sehingga kemudian seluruh capaian yang telah dilaksanakan, yang telah dijalankan oleh pemerintah ini terus bisa kita
pertahankan,” ujar dia.
Selat Hormuz yang strategis—jalur yang sebelumnya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia sebelum konflik pecah pada akhir Februari—hingga kini masih nyaris lumpuh.
Harga minyak Brent melanjutkan kenaikan pada Selasa, naik 2,3% ke atas US$110 per barel, mencapai level tertinggi dalam satu bulan berdasarkan harga penutupan.
Para pemimpin dunia kian menunjukkan frustrasi atas kebuntuan diplomatik dan terus tertutupnya jalur tersebut, yang telah memicu pembatasan bahan bakar di banyak wilayah Asia dan Afrika serta meningkatkan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global.
Sementara itu, pengiriman gas alam cair (LNG) pertama sejak perang dimulai dilaporkan berhasil melintasi jalur tersebut untuk keluar dari Teluk Persia.
Kapal Mubaraz, yang memuat kargo dari Uni Emirat Arab sekitar awal Maret, kini berada di ujung selatan India, menurut data pelacakan kapal. Belum jelas apa yang mendorong kapal tersebut memutuskan untuk melakukan pelayaran tersebut.
(azr/wdh)





























