“Sebagai prajurit, sebagai penjaga perdamaian, kami akan melanjutkan misi Anda; kami akan tetap teguh; kami akan tetap bersatu; kami akan tetap waspada,” lanjut Kepala UNIFIL tersebut.
“Inilah cara kami menghormati Anda. Tempat Anda tetap bersama kami dalam tindakan kami, dalam komitmen kami, dalam rasa tanggung jawab kami.
Pada akhir Maret lalu, 11 anggota TNI setidaknya menjadi korban pertempuran antara pasukan Israel dan Hizbullah di Lebanon Selatan. Satu hari usai serangan tank Israel, empat anggota TNI kembali menjadi korban saat mengawal konvoi UNIFIL.
Dalam peristiwa tersebut, dua prajurit TNI yaitu Mayor Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, dan Serka Anumerta Nur Ichwan meninggal dunia usai kendaraannya menginjak ranjau darat Hizbullah. Dua prajurit TNI lainnya yang berada di kendaraan yang sama selamat namun mengalami luka berat sehingga dilarikan ke RS Saint George Beirut.
Beberapa hari kemudian, sebuah serangan kembali menyasar markas UNIFIL. Kali ini mengenai tiga anggota TNI yang tengah bertugas di lokasi. Ketiganya mengalami luka-luka.
(dov/frg)





























