“Satu kargo ~200.000 barel untuk tanggal 3—5 Mei, dan dua kargo ~100.000 barel untuk pengiriman pada 2—4 Mei dan 18—20 Mei,” sebagaimana tertulis dalam laporan tersebut.
Perwakilan Pertamina belum memberikan respons atas permintaan tanggapan hingga berita ini diturunkan.
Minyak dan BBM
Baru-baru ini, Pertamina dikabarkan telah membeli minyak dari kawasan Afrika Barat dan Brasil untuk periode pengiriman Mei hingga Juni.
Berdasarkan informasi dari para trader yang mengetahui hal ini, perusahaan migas pelat merah itu juga tengah menjalankan tender lain demi mencari barel-barel untuk periode pengiriman Juli
Pertamina terpantau membeli masing-masing satu kargo minyak mentah Kole dari Kamerun, Rabi Light dari Gabon, dan Mero dari Brasil.
Sekadar catatan, volume tipikal dari pembelian masing-masing jenis minyak mentah dari Afrika Barat adalah sekitar ~950.000 barel. Namun, informasi ihwal volume pembelian untuk minyak Mero masih belum tersedia.
Pertamina juga terpantau mencari minyak mentah atau crude untuk kilang Cilacap, Balikpapan, Balongan, dan Tuban dalam tender yang berakhir akhir pekan lalu.
Sebulan terakhir, perseroan tercatat beberapa kali melakukan pemesanan kago minyak dari berbagai sumber di tengah pasar minyak yang tengah bergejolak dan upaya pemerintah untuk mencari cadangan seiring dengan disrupsi pasar energi di Asia akibat Perang Iran.
Awal Maret, Pertamina juga terpantau melakukan pengadaan atau tender bahan bakar minyak (BBM) berupa dua kargo solar dengan sulfur 0,25% masing-masing ~200.000 barel dan dua kargo bensin RON 98 masing-masing berukuran ~35.000 barel.
Dalam dokumen tender yang dilihat Bloomberg, kargo solar atau diesel atau gasoil dengan kadar sulfur 0,25% tersebut untuk jadwal pengiriman 28—30 Maret 2026.
Satu kargo akan dikirim dengan basis cost and freight (CFR) ke Kilang Tuban, Jawa Timur dan kargo lainnya dengan basis CFR ke Indonesia Bulk Terminal (IBT) Pulau Laut, Kalimantan Selatan.
“Masing-masing kargo ~200.000 barel, satu dengan basis CFR Tuban dan kargo lainnya CFR IBT Pulau Laut. Batas akhir penawaran jam 10 pagi waktu Jakarta pada 9 Maret, berlaku sampai jam 6 sore keesokan harinya,” tulis dokumen tersebut, Senin (9/3/2026).
Di sisi lain, dua kargo bensin RON 98 masing-masing ~35.000 barel dilakukan lelang untuk pengiriman April 2026.
Kargo pertama dijadwalkan tiba pada 3—5 April dengan basis CFR atau delivered at place (DAP) di Tanjung Uban, Kepulauan Riau. Sementara itu, kargo kedua dijadwalkan tiba pada 5—7 April dengan basis CFR atau DAP di Jakarta.
Batas akhir penawaran yang diajukan adalah 9 Maret pukul 11:00 WIB dan penawaran tersebut tetap valid hingga 18:00 WIB keesokan harinya.
Selanjutnya pada akhir Maret, Pertamina kembali menerbitkan pengadaan atau tender BBM berupa lima kargo bensin RON 98 dengan volume kumulatif 210.000 barel untuk pemuatan pada April.
Pertama, ~50.000 barel dan akan dikirim dengan basis CFR ke terminal milik perseroan di Plumpang untuk 3—5 April 2026. Kedua, ~50.000 barel dengan basis CFR ke terminal di Tanjung Uban pada 7—9 April 2026.
Ketiga, ~50.000 barel dengan basis CFR ke terminal di Plumpang pada 12—14 April 2026. Keempat, ~40.000 barel dengan basis CFR ke terminal di Plumpang pada 15—17 April 2026. Kelima, ~20.000 barel dengan basis CFR ke terminal di Tanjung Uban pada 18—20 April 2026.
Penawaran kali itu jatuh tempo 24 Maret, pukul 10 pagi waktu Jakarta, berlaku hingga pukul 6 sore hari berikutnya.
(wdh)






























