Namun investor sepertinya masih belum percaya sepenuhnya. Bukan tidak mungkin situasi akan kembali memanas.
“Gencatan senjata yang putus-sambung ini telah menciptakan kondisi tersendiri di pasar. Keyakinan begitu tipis, alokasi dana yang besar enggan masuk, dan ‘rugi’ mungkin kata yang jujur untuk mewakili situasi di pasar saat ini,” tegas Nicky Shiels, Head of Research and Metals Strategy di MKS PAMP SA, dalam catatannya.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini, Selasa (28/4/2026)? Apakah bakal turun lagi atau bisa bangkit berdiri?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih terjebak di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 46.
RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish. Namun RSI emas belum jauh dari 50 sehingga bisa dibilang cenderung netral.
Kemudian indikator Stochastic RSI 14 hari ada di delapan. Jauh di bawah 20, yang berarti sudah sangat jenuh jual (oversold).
Untuk perdagangan hari ini, sebenarnya harga emas berpeluang naik. Cermati pivot point di US$ 4.686/troy ons.
Dari situ, harga emas berpotensi menguji resisten US$ 4.702/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Resisten selanjutnya ada di MA-10 yakni US$ 4.742/troy ons.
Namun kalau harga emas malah turun lagi, maka US$ 4.677/troy ons rasanya akan menjadi target support terdekat. Penembusan di titik itu berisiko memangkas harga ke rentang US$ 4.663-4.637/troy ons.
(aji)



























