Di sisi lain, Gedung Putih menyatakan bahwa pejabat AS sedang mendiskusikan proposal terbaru dari Iran. Namun, Washington tetap mempertahankan batasan tegas dalam kesepakatan apa pun untuk mengakhiri perang delapan minggu tersebut, termasuk mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir.
Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyebutkan bahwa Donald Trump telah menggelar pertemuan dengan pejabat keamanan nasional untuk membahas proposal Iran. Komentar ini menyusul laporan bahwa Teheran mengusulkan kesepakatan sementara: pembukaan kembali Selat Hormuz dengan imbalan penghentian blokade pelabuhan oleh Washington.
"Pasar tampaknya mulai mengurangi reaksinya terhadap berita utama AS/Iran, dengan tren hasil yang mengarah pada kesepakatan jangka pendek yang diikuti oleh negosiasi lebih mendalam," tulis Andrew Tyler, Kepala Intelijen Pasar Global di JPMorgan, dalam sebuah catatan untuk klien.
Pekan ini juga menjadi momen krusial bagi kebijakan moneter global. Federal Reserve (The Fed), Bank Sentral Eropa (ECB), serta bank sentral Jepang, Inggris, dan Kanada dijadwalkan untuk menetapkan suku bunga. Secara kolektif, keputusan mereka akan memengaruhi kebijakan ekonomi untuk separuh dunia.
Meskipun investor memperkirakan suku bunga tidak akan berubah, pasar tetap waspada terhadap sinyal dari pejabat seperti Gubernur The Fed Jerome Powell dan Gubernur ECB Christine Lagarde. Investor mencari tahu apakah mereka mulai khawatir terhadap ancaman inflasi akibat gangguan pasokan minyak yang dipicu oleh perang.
"Nada dalam konferensi pers nanti akan menekankan sikap kehati-hatian untuk tetap menunggu dan melihat (wait-and-see). Namun, kami menduga investor mendekati titik di mana mereka berharap The Fed memiliki keyakinan yang lebih kuat terhadap dampak guncangan energi—meskipun kecil kemungkinan hal itu akan dikomunikasikan secara gamblang," ujar Ian Lyngen dari BMO Capital Markets.
(bbn)





























