Logo Bloomberg Technoz

Bursa Asia Bersiap Melemah, Pasar Tunggu Laporan Laba & Isu Iran

News
28 April 2026 06:30

Ilustrasi bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Ilustrasi bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Toby Alder - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham Asia diperkirakan akan dibuka melemah pada perdagangan Selasa (28/4). Para investor kini bersiap menghadapi gelombang laporan laba dari perusahaan teknologi raksasa, sembari tetap memantau ketat perkembangan krisis di Selat Hormuz.

Kontrak berjangka (futures) untuk indeks saham Australia dan Hong Kong bergerak sedikit lebih rendah, sementara Jepang terpantau stabil. Di Wall Street, kontrak S&P 500 tidak banyak berubah setelah indeks tersebut mencatatkan performa bulanan terkuatnya sejak 2020. Sementara itu, indeks utama semikonduktor mulai terkoreksi setelah reli bersejarah, dan Nasdaq 100 yang didominasi saham teknologi bergerak stabil. Harga minyak dunia pun terpantau tenang pada awal perdagangan.


Mengingat belum adanya kejelasan di lini geopolitik, fokus investor kini beralih ke laporan keuangan perusahaan teknologi raksasa dengan total nilai pasar gabungan mencapai hampir US$16 triliun. Alphabet Inc, Microsoft Corp, Amazon.com Inc, dan Meta Platforms Inc dijadwalkan merilis laporan pada Rabu (29/4), disusul Apple Inc sehari kemudian. Hasil ini akan menentukan arah ekuitas global dan menguji apakah reli saham teknologi berkapitalisasi besar (megacap) dapat terus bertahan.

"Pasar telah pulih ke rekor tertinggi baru seolah mengabaikan risiko geopolitik yang terus berlanjut. Hal ini sebagian besar didorong oleh revisi laba yang positif serta ekspektasi pasar," ujar Walter Todd, Presiden dan Chief Investment Officer di Greenwood Capital Associates. "Munculnya celah sedikit saja dalam prospek ini saat perusahaan-perusahaan terbesar melapor nanti akan menjadi risiko signifikan bagi momentum pasar."

Grafik S&P 500. (Sumber: Bloomberg)