Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa pusat keuangan internasional atau International Financial Center yang ingin didirikan di Indonesia oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) akan membentuk KEK Jasa Keuangan, bukan family office seperti yang beredar luas.
Ia bahkan menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto secara khusus sudah memberikan perintah dan petunjuk untuk mencontoh special financial center yang didirikan di Uni Emirat Arab (UEA).
Bendahara negara tersebut menuturkan nantinya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang akan memimpin timnya. Kementerian Keuangan, kata dia, juga akan membantu tim tersebut.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyebut pemerintah sedang mengkaji berbagai aturan guna memastikan family office bisa benar-benar berjalan dan berfungsi.
Dalam perkembangan terbaru, rencana pembangunan international financial center di Indonesia ini telah disampaikan Luhut saat melaporkan kondisi terkini perekonomian nasional kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka pada Selasa (21/4/2026).
Dia mengatakan penguatan inisiatif pembangunan Indonesia Financial Center guna menangkap potensi pergeseran arus modal global.
"Kita tidak hanya bicara soal bertahan, tapi bagaimana mengambil manfaat dari situasi ini. Percepatan GovTech dan pembangunan Indonesia Financial Center adalah langkah strategis kita untuk memanfaatkan pergeseran arus modal global. Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah dan dunia usaha, kita optimistis momentum ini dapat kita jadikan katalis bagi lompatan kemajuan nasional," ungkap Luhut dikutip dari akun instagram resmi.
(ell)


























