Thailand dan Singapura juga telah membeli LNG dari pasar spot, tetapi Vietnam telah mengalami peningkatan impor yang paling signifikan di antara negara-negara tetangganya di Asia Tenggara.
Perusahaan milik negara Petrovietnam Gas JSC telah mengeluarkan tender untuk beberapa kargo spot dalam dua bulan terakhir untuk pengiriman hingga Juni. Baru-baru ini, perusahaan berusaha membeli kargo April yang mendesak pada Kamis.
Vietnam termasuk di antara beberapa negara yang sangat membutuhkan LNG pada saat harga spot melonjak akibat konflik di Timur Tengah.
Karena kapasitas produsen utama Qatar terganggu oleh serangan Iran dan penutupan efektif Selat Hormuz—yang dilalui seperlima pasokan global—pasar bahan bakar super dingin ini mengalami persaingan yang semakin ketat antara Eropa dan Asia untuk kargo yang terbatas.
Negara-negara lain, termasuk Indonesia dan India, juga diperkirakan akan mengalami cuaca hangat yang tidak biasa dalam beberapa bulan ke depan, menurut ECMWF. Hal ini kemungkinan akan meningkatkan konsumsi listrik dan permintaan gas, yang akan semakin membebani pasokan global.
Industri dan konsumen juga beralih ke sumber energi alternatif. Vingroup telah mengusulkan kepada pemerintah agar diizinkan mengganti proyek LNG yang direncanakan dengan energi terbarukan akibat melonjaknya harga bahan bakar terkait dengan perang.
(bbn)
































