Logo Bloomberg Technoz

Dia mengungkapkan jika impor dilakukan melalui pelabuhan di sisi Asia Rusia, maka kargo tersebut paling cepat tiba di Indonesia dalam waktu 15 hari.

Oleh sebab itu, Indonesia bakal membutuhkan 24 hingga 26 tanker VLCC agar mampu mengangkut sekitar 12–13 kargo minyak mentah dengan volume masing-masing 2 juta barel dalam waktu enam bulan.

“Jadi mungkin yang realistis adalah dalam kontrak 1 tahun atau 12 bulan sampai pertengahan tahun depan. Sehingga, jumlah kapal VLCC yang dibutuhkan di-cut setengahnya,” ujar dia.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan komitmen 150 juta barel minyak mentah dari Rusia yang diamankan Indonesia rencananya bakal didatangkan hanya untuk tahun ini.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan konsumsi minyak mentah Indonesia per hari mencapai sekitar 1,6 juta per hari dan 1 juta di antaranya dipasok dari pasokan impor, sehingga komitmen minyak Rusia sebesar 150 juta barel masih menyisakan ruang pasokan dari negara lain.

“Untuk komitmen impor minyak dari Rusia ini kan baru negosiasi kemarin, kan sudah disepakati total yang akan kita impor dari Rusia itu kan sekitar 150 juta barel untuk mencukupi kebutuhan kita sampai dengan akhir tahun,” kata Yuliot kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (24/4/2026).

Setelah mengamankan komitmen dari Rusia, saat ini pemerintah tengah menyiapkan mekanisme impor minyak mentah tersebut. Dia membuka peluang impor dilakukan melalui badan usaha milik negara (BUMN) atau badan layanan umum (BLU).

Akan tetapi, Yuliot mengungkapkan jika impor dilakukan oleh BUMN, maka terdapat konsekuensi yang harus dihadapi, sebab pembelian minyak dilakukan secara langsung, tanpa adanya tender.

“Karena kalau ini BUMN itu kan juga ada konsekuensi dan juga kalau BLU itu apa kemudahan ya termasuk pembiayaan itu juga lagi kita bahas antara kementerian/lembaga ya kemudian itu juga dengan badan usaha termasuk bagaimana pada saat impor jalur mana yang akan digunakan,” tutur Yuliot.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan sinyal pasokan minyak mentah dari Rusia dapat didatangkan ke Indonesia mulai bulan ini, tetapi dia mengaku belum dapat mengungkapkan volume impornya.

Bahlil juga mensinyalir Indonesia tidak mengimpor bahan bakar minyak (BBM) dari Rusia. Alasannya, impor BBM Indonesia sejauh ini hanya dilakukan dari negara Asia.

“Kalau untuk crude mungkin bulan-bulan ini bisa. Insyaallah [bulan ini minyak Rusia mulai dikirim ke Indonesia],” kata Bahlil kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (17/4/2026).

Di sisi lain, Bahlil mengungkapkan Indonesia dan Rusia masih bakal melakukan beberapa tahapan pembahasan untuk memfinalisasi rencana pembelian gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG).

“LPG masih dalam finalisasi. Lebih cepat lebih baik,” tutur Bahlil.

Sekadar informasi, anak usaha PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Patra Niaga memiliki 345 armada kapal untuk mengangkut pasokan energi.

Dari total armada tersebut, 266 kapal melayani pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) dan avtur, 27 kapal pengangkut minyak mentah, 45 unit melayani distribusi liquified petroleum gas (LPG), serta tujuh unit mendukung pengangkutan petrochemical dan berperan juga sebagai Floating Storage.

(azr/ros)

No more pages