Eka Tjipta Foundation Dorong Pendidikan Berdampak di Indonesia

Bloomberg Technoz, Jakarta - Eka Tjipta Foundation (ETF) terus memperkuat perannya dalam membangun pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman melalui berbagai program pengembangan kapasitas bagi siswa, guru, mahasiswa, hingga keluarga.
Di tengah perubahan teknologi dan tuntutan dunia kerja yang semakin dinamis, ETF menilai pendidikan tidak lagi cukup hanya berfokus pada pencapaian akademik. Kemampuan memahami teknologi, berpikir kritis, berkolaborasi, dan beradaptasi menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki generasi muda.
Sepanjang semester pertama 2026, ETF menjalankan sejumlah inisiatif yang dirancang untuk membangun ekosistem pendidikan secara menyeluruh. Program tersebut mencakup peningkatan kompetensi peserta didik, penguatan kemampuan tenaga pengajar, hingga pemberdayaan keluarga sebagai bagian dari proses pendidikan.
Salah satu langkah yang dilakukan ETF adalah memperkuat kesiapan generasi muda menghadapi dunia profesional melalui pelatihan literasi digital dan keuangan. Program ini digelar bersama XLSMART, MyRepublic, Asuransi Sinar Mas, Bank Sinarmas, serta dukungan praktisi Human Resources dari Sinar Mas Agribusiness and Food.
Kegiatan tersebut melibatkan 379 guru dan siswa SMK di Jakarta, Bekasi, Jawa Barat, serta Ungaran, Jawa Tengah. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai kemampuan digital dan pemahaman finansial sebagai bekal menghadapi perkembangan industri.
Selain itu, ETF juga menghadirkan pelatihan Digital Mindset & Human Skills bagi 259 penerima beasiswa. Program SMK Siap Kerja turut dilaksanakan dengan melibatkan lebih dari 500 siswa kelas XII dari 13 SMK pada April hingga Mei 2026.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, ETF tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga membangun pola pikir adaptif, kemampuan komunikasi, serta kesiapan menghadapi tantangan di lingkungan kerja.
Pada 22 Mei 2026, ETF juga melepas 10 penerima Beasiswa Tjipta Siswa Mandiri Batch 4 di Semarang, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut menambah jumlah alumni program menjadi 40 lulusan dari berbagai daerah di Indonesia.
Perkuat Peran Guru dan Keluarga dalam Pendidikan
Selain fokus kepada siswa, ETF juga memperkuat kapasitas para pendidik agar mampu menciptakan proses belajar yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Pada Januari 2026, ETF bersama Dinas Pendidikan Kecamatan Marau menyelenggarakan pelatihan pembelajaran mendalam, koding, dan kecerdasan artifisial bagi guru Sekolah Eka Tjipta serta sekolah-sekolah di Gugus 3 Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan guru sebelum mengenalkan teknologi kepada peserta didik. Dengan peningkatan kemampuan tenaga pengajar, proses pembelajaran diharapkan dapat lebih relevan dan memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa.
Head of Education ETF, Evelyn Widjaja, mengatakan program pendidikan yang dijalankan ETF tidak hanya bertujuan membantu siswa menyelesaikan pendidikan, tetapi juga membentuk karakter dan mengembangkan potensi mereka.
"Melalui Program Beasiswa Tjipta Siswa Mandiri, kami tidak hanya ingin membantu siswa penerimanya menyelesaikan pendidikan, tetapi juga membentuk karakter, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan mereka menjadi pribadi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat," ujar Head of Education ETF, Evelyn Widjaja.
ETF juga melihat keluarga memiliki peran penting dalam keberhasilan pendidikan. Hal tersebut tercermin dari pendekatan para guru SMPS Eka Tjipta Bumi Palma Lestari Persada di Desa Rumbai Jaya, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.
Selama bertahun-tahun, para guru mendatangi rumah-rumah warga sebelum tahun ajaran dimulai untuk mengajak orang tua memahami pentingnya pendidikan bagi masa depan anak-anak mereka.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan sekitar agar anak dapat berkembang secara optimal.
Selain program pendidikan formal, ETF melalui ETF Peduli juga menjalankan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Di Aceh, ETF berkolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Tzu Chi Sinar Mas, serta mitra lokal untuk menyalurkan 150 paket belajar bagi anak-anak.
Program tersebut juga mendukung pengembangan Kebun Pangan Perempuan Aceh sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga dan meningkatkan peran masyarakat.
Ketua Harian ETF, Agustina Tutik, mengatakan pemulihan masyarakat membutuhkan dukungan yang berkelanjutan dengan memperkuat peran komunitas lokal.
"ETF Peduli hadir untuk mendukung upaya pemulihan yang berkelanjutan dengan memperkuat peran komunitas lokal, khususnya perempuan, sebagai penggerak ketahanan keluarga. Kami percaya bahwa pemulihan yang kuat dimulai dari keluarga yang berdaya," kata Agustina.
Melalui berbagai program tersebut, ETF berupaya memastikan pendidikan tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik, tetapi juga individu yang siap menghadapi perubahan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.




























