Logo Bloomberg Technoz

Sesi I

IHSG Turun 3%, Saham-saham Ini Jadi Beban

Muhammad Julian Fadli
24 April 2026 12:36

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/62025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/62025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertambah dalam. IHSG bahkan telah amblas 3% lebih pada perdagangan Sesi I, Jumat (24/4/2026).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ambruk 225,75 poin (3,06%) menyentuh level 7.152 pada jeda perdagangan Sesi I.

IHSG Penutupan Sesi I pada Jumat 24 April 2026 (Bloomberg)

Pada pembukaan perdagangan, IHSG juga langsung merah. Adapun rentang perdagangan sepanjang hari bergerak pada area level 7.383 dan titik terendah 7.147.


Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan nilai perdagangan menyentuh Rp13,24 triliun dari sejumlah 28,63 miliar saham yang ditransaksikan, dengan dominasi aksi jual yang masif. Dengan frekuensi 1,66 juta kali diperjualbelikan yang didominasi manuver jual.

Berikut 10 saham laggard berdasarkan data Bloomberg:

  1. PT Bank Central Asia (BBCA) mengurangi 32,93 poin
  2. PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA) mengurangi 19,48 poin
  3. PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengurangi 12,6 poin
  4. PT Amman Mineral Internasional (AMMN) mengurangi 10,83 poin
  5. PT Telkom Indonesia (TLKM) mengurangi 10,48 poin
  6. PT Bank Mandiri (BMRI) mengurangi 7,85 poin
  7. PT Barito Renewables Energy (BREN) mengurangi 7,78 poin
  8. PT Barito Pacific (BRPT) mengurangi 6,78 poin
  9. PT Mora Telematika Indonesia (MORA) mengurangi 5,85 poin
  10. PT Energi Mega Persada (ENRG) mengurangi 4,69 poin