Dalam proses pembangunan, Waskita Karya menerapkan berbagai inovasi untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan kerja. Salah satunya adalah penggunaan metode bentang panjang atau long span yang memungkinkan pengerjaan lebih efektif di area terbatas.
Selain itu, perusahaan juga mengimplementasikan Building Information Modelling hingga level 7D. Teknologi ini memadukan berbagai aspek konstruksi mulai dari desain, waktu, hingga biaya dalam satu sistem terintegrasi.
Beragam metode konstruksi modern juga diterapkan, seperti incremental lifting Steelbox Girder, lifting sliding PC Girder, serta Traveler Launcher cast in situ Balance Cantilever. Pendekatan ini memungkinkan pengerjaan proyek tetap berjalan tanpa mengganggu aktivitas lalu lintas di kawasan padat.
“Berkat inovasi itu, pemasangan lintasan jalur layang LRT di atas jalan tol lebih mudah dan tidak mengganggu lalu lintas dan mobilitas para pengendara. Hal ini membuktikan Perseroan berhasil mengedepankan aspek keamanan dan keselamatan pekerjaan,” jelas Ermy.
Sejumlah jalur utama juga telah tersambung, termasuk lintasan dari Kelapa Gading hingga Jalan Pramuka. Jalur ini menjadi bagian penting dalam menghubungkan wilayah Jakarta Utara, Timur, dan Pusat melalui sistem transportasi berbasis rel yang terintegrasi.
Selain itu, struktur di sejumlah koridor strategis seperti Jalan Pemuda, Jalan Pramuka, Jalan Tambak, dan Jalan Sultan Agung juga telah terhubung. Hal ini memperkuat optimisme bahwa proyek LRT Jakarta Fase 1B dapat selesai tepat waktu.
Menurut Ermy, kehadiran LRT ini sangat dinantikan oleh masyarakat karena mampu memberikan solusi terhadap kemacetan. "Proyek ini sudah sangat dinantikan masyarakat Jakarta dan sekitarnya karena dinilai mampu mengurangi kemacetan, sekaligus menurunkan jejak karbon perkotaan untuk mendukung kualitas udara yang lebih baik," tuturnya.
Proyek dengan nilai investasi sekitar Rp4,1 triliun ini diharapkan segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. LRT Jakarta akan menjadi salah satu moda transportasi publik yang mendukung mobilitas urban yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Keberhasilan proyek ini juga mendapat pengakuan di tingkat internasional. Pada tahun lalu, Waskita Karya berhasil menjadi finalis dalam ajang Bentley's Going Digital Awards Year in Infrastructure 2025 yang digelar di Amsterdam, Belanda.
Ajang tersebut diikuti oleh ratusan peserta dari puluhan negara, dan Waskita menampilkan inovasi digital dalam pembangunan LRT Jakarta Fase 1B. Teknologi yang digunakan dinilai mampu meningkatkan efisiensi, keselamatan, serta keberlanjutan dalam proses konstruksi.
Dalam menghadapi tantangan pembangunan di kawasan perkotaan yang padat, Waskita memanfaatkan solusi digital berbasis teknologi Bentley Systems. Perusahaan juga menggunakan drone fotogrametri dan simulasi 4D untuk memantau proyek secara real time.
"Waskita menggunakan platform digital terintegrasi yang menggabungkan data spasial, model BIM, dan jadwal pekerjaan dalam satu sistem. Cara ini bertujuan memudahkan seluruh tim, baik teknis maupun nonteknis, untuk mengakses informasi proyek secara langsung serta cepat mengambil keputusan," kata Ermy.
Melalui pendekatan tersebut, perusahaan mampu mengidentifikasi lebih dari 1.200 potensi kendala sebelum proses konstruksi dilakukan. Hal ini tidak hanya meningkatkan keselamatan kerja, tetapi juga mempercepat proses pembangunan secara keseluruhan.
Simulasi berbasis teknologi juga membantu meningkatkan presisi dalam setiap tahapan konstruksi. Dengan demikian, proyek dapat diselesaikan dengan standar kualitas yang tinggi serta efisiensi yang optimal.
Waskita Karya menegaskan akan terus berinovasi dalam mendukung pengembangan transportasi publik di Indonesia. "Perseroan berkomitmen untuk terus berinovasi dan mendukung hadirnya sistem transportasi publik yang andal, aman, nyaman, serta berkelanjutan. Kami yakin, proyek ini turut mendorong penciptaan lingkungan sehat dan mendukung Net Zero Emission NZE," jelas Ermy.
Sebagai perusahaan BUMN yang telah berdiri sejak 1961, Waskita Karya terus memperkuat perannya sebagai pengembang infrastruktur nasional. Melalui berbagai proyek strategis, perusahaan berupaya menghadirkan solusi transportasi modern yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat perkotaan.
Dengan progres yang telah mencapai lebih dari 90 persen, proyek LRT Jakarta Fase 1B menjadi simbol transformasi transportasi publik di ibu kota. Kehadirannya diharapkan tidak hanya meningkatkan konektivitas, tetapi juga mendukung pembangunan kota yang lebih berkelanjutan di masa depan.
(tim)































