Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Makin Lemah di Luar Negeri, Tembus di Atas Rp17.250/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
23 April 2026 08:07

Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai kontrak rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) terus melemah di tengah tekanan eksternal dan beban fiskal domestik yang masih menjadi perhatian pelaku pasar. 

Pada pembukaan pagi ini, Kamis (23/4/2026), posisi rupiah luar negeri stagnan dari posisi penutupan kemarin di Rp17.244/US$. Tak lama berselang, rupiah melemah 0,14% ke posisi Rp17.268/US$ pada 07:20 WIB.

Rupiah offshore kembali menyentuh titik terendahnya di atas Rp17.200-an/US$. Setelah kemarin sempat defensif pada pembukaan perdagangan, rupiah ditutup melemah 0,55% pada sore hari. 

Pergerakan rupiah di pasar luar negeri, kembali menembus level terendahnya pada Kamis (23/4/2026). (Bloomberg)

Indeks dolar AS kembali menguat terbatas 0,02% ke posisi 98,6, sementara harga minyak mentah Brent kembali melambung di US$102,7 per barel dan WTI di kisaran US$97 per barel. 

Meski gencatan senjata diperpanjang selama dua pekan, perebutan kendali antara AS dan Iran atas Selat Hormuz jadi pemicu kembali naiknya harga minyak dunia.