Target Lifting 2027 Moderat, Cerminan Lesunya Industri Hulu Migas
Azura Yumna Ramadani Purnama
31 May 2026 18:00

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas (Aspermigas) menilai target produksi siap jual atau lifting migas Indonesia yang ditetapkan dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 terbilang stagnan, jika dibandingkan dengan target tahun ini.
Ketua Komite Investasi Aspermigas Moshe Rizal menilai target lifting minyak dalam KEM-PPKF 2027 sejumlah 602.000—615.000 barel per hari (bph) dan gas 934.000—977.000 barel setara minyak per hari (boepd) mencerminkan lesunya eksplorasi dan pengembangan wilayah kerja (WK) baru.
Moshe memandang investasi di sektor hulu migas Indonesia sempat bergairah medio 2022, pascapandemi Covid-19, tetapi perlahan semakin lesu gegara inkonsistensi kebijakan yang ditempuh pemerintah.
“Jadi satu [adalah karena masalah] bidding kita, yang kedua adalah investasi di eksplorasi. Nah, itu yang sebenarnya dua itu menjadi kunci yang memperlihatkan sebenarnya iklim investasi kita itu seperti apa. Terus terang dari sejak selesai Covid itu mulai meningkat, tetapi selesai Covid [sekitar] 2022 ke sini menurun. Terus terang saja,” kata Moshe ketika dihubungi, Minggu (31/5/2026).
Masih Menarik





























