Harga Bitcoin Bertahan di Tengah Optimisme Perdamaian Iran dan AS
Redaksi
15 April 2026 16:15

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bitcoin menyentuh level tertinggi dalam empat minggu di US$76.094 atau setara Rp1,3 miliar. Meski begitu level ini tak berumur panjang dan kembali ke kisaran US$73.971 (Rp1,26 miliar) hingga pukul 15.40 waktu Indonesia, Rabu (15/4/2026).
Namun jika berkaca ke belakang, harga yang sempat tembus US$76.000-an ini merupakan pencapaian terbaik sejak 4 Februari 2026. Koreksi dipercaya bersifat jangka pendek karena aktivitas trader yang mengambil untung atau profit-taking.
Sejauh peperangan AS melawan Iran terjadi, Bitcoin menjadi aset berisiko dengan kinerja lebih baik. Saat emas anjlok hingga 10% dan indeks acuan S&P 500 di bursa saham AS sideways, BTC mampu tumbuh lebih dari 10%.
“Bitcoin telah berperilaku lebih seperti aset berisiko klasik daripada aset safe haven tradisional, dan perbaikan sentimen risiko secara keseluruhan bulan ini telah memberikan dorongan bagi kenaikan harganya baru-baru ini,” terang analis IG Markets, Tony Sycamore, dalam sebuah catatan.
“Supaya prospek jangka menengah yang lebih bullish dapat berkembang, Bitcoin perlu menembus dan menutup di atas resistensi saluran tren di US$79.000 secara berkelanjutan,” mengutip dari Bloomberg News.































