Logo Bloomberg Technoz

Selain aspek geopolitik, Ishak juga meminta pemerintah memastikan minyak mentah yang diimpor dari Rusia memiliki spesifikasi yang sesuai dengan teknologi kilang di Indonesia.

Dia mencatat mayoritas minyak mentah Rusia bertipe Ural Blend yang masuk dalam kategori medium sour, sementara kilang minyak domestik lebih banyak mengolah minyak mentah dari Timur Tengah dengan tipe light sweet.

Bagaimanapun, dia tetap menilai impor komoditas migas dari Rusia bakal memperluas diversifikasi negara asal impor Indonesia, sehingga konsentrasi pada negara Timur Tengah dan Afrika dapat dikurangi.

Selain itu, harga minyak mentah dari Rusia juga terbilang lebih murah, mengingat negara tersebut kerap menawarkan diskon sejak terkena sanksi dari negara Barat.

“Dengan mempertimbangkan berbagai risiko tersebut, jaminan pasokan jangka panjang dan harga yang kompetitif menjadi faktor yang sangat krusial di samping memperbesar perolehan minyak dari KKKS oleh Pertamina yang tentunya perlu disertai dengan melanjutkan upgrade kualitas dan kapasitas kilang domestik,” tegasnya.

Para pembeli minyak berbondong-bondong membeli pengiriman minyak mentah Rusia setelah AS melonggarkan sanksi.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk sementara mencabut pembatasan minyak dari Rusia awal bulan Maret guna mengatasi lonjakan harga energi yang disebabkan oleh perang di Timur Tengah.

Negara-negara Asia yang kekurangan energi memanfaatkan pengecualian sanksi AS untuk membeli minyak Rusia guna menutupi kekosongan pasokan yang disebabkan oleh perang Iran.

Filipina menerima kiriman pertama minyak mentah ESPO dalam hampir enam tahun, sementara pengiriman nafta Rusia pertama Korea Selatan tahun ini telah tiba di Pelabuhan Daesan dan sedang menunggu proses bongkar muat, menurut data pelacakan kapal.

Negara-negara lain termasuk Sri Lanka sedang bernegosiasi dengan Moskwa mengenai pengiriman.

Di Korea Selatan, belum jelas apakah perusahaan lokal akan mampu memperoleh lebih banyak minyak mentah dan nafta Rusia karena proses bongkar muat dan pembayaran harus diselesaikan paling lambat 11 April, saat masa berlaku pengecualian AS berakhir, seperti dilaporkan oleh stasiun televisi lokal YTN pada Selasa, mengutip pejabat dari Kementerian Perindustrian.

Sekadar informasi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengamankan kontrak impor minyak mentah dan LPG dari Rusia.

Kepastian itu disampaikan Bahlil usai bertemu dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev dan sejumlah perusahaan energi Rusia seperti Rosneft, Ruschem, Zarubezhneft, dan Lukoil.

Pertemuan itu turut membahas kemungkinan kerja sama pengembangan infrastruktur kilang minyak dan penyimpanan minyak mentah di Indonesia.

“Kita mendapatkan hasil yang cukup baik di mana kita bisa mendapatkan cadangan crude kita untuk kita tambah. Di samping itu juga kita akan bisa mendapatkan LPG,” kata Bahlil seusai pertemuan tersebut, dikutip dari siaran pers Kementerian ESDM, Selasa (14/4/2026).

Bahlil menyatakan kerja sama tersebut dijajaki melalui skema antarpemerintah atau government to government (G2G) dan antarbisnis atau business to business (B2B).

Selain itu, dia mengungkapkan Indonesia terbuka untuk memperluas ruang kerja sama dengan Rusia, termasuk dalam mengembangkan storage crude, penjajakan pemanfaatan energi nuklir, serta kerja sama di sektor mineral.

“Sekali lagi saya katakan bahwa insyaallah bisa kita mendapatkan yang baik,” kata Bahlil.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev menyatakan kesiapan membantu Indonesia dalam memperkuat ketahanan energi.

“Sebagai mitra strategis, kami siap berkolaborasi terutama dalam penyediaan minyak dan gas, penyimpanan, maupun kelistrikan dalam hal ini pembangkit listrik tenaga nuklir”, jelas Sergey Tsivilev.

(azr/wdh)

No more pages