Logo Bloomberg Technoz

CPO adalah aset yang dibanderol dalam ringgit. Ketika mata uang Negeri Harimau Malaya terapresiasi, maka kontrak CPO menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain.

Perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah./Bloomberg-Muhammad Fadli

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana proyeksi gerak harga CPO untuk hari ini, Rabu (15/4/2026)? Apakah bakal turun lagi atau bisa bangkit berdiri?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), CPO tersangkut di zona bearish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 43. RSI di bawah 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Namun indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh 1. Jauh di bawah 20, yang berarti sudah sangat jenuh jual (oversold).

Untuk perdagangan hari ini, harga CPO berpotensi naik. Cermati pivot point di MYR 4.574/ton.

Dari situ, harga CPO berpeluang menguji resisten MYR 4.579-4.580/ton. Penembusan di level tersebut kemungkinan mengangkat harga ke MYR 4.639-4.669/ton.

Namun seandainya harga CPO jeblok lagi, maka MYR 4.447/ton rasanya akan menjadi support terdekat. Support berikutnya ada di MYR 4.428/ton.

Support selanjutnya ada di rentang MYR 4.386-4.314/ton. Support terjauh sepertinya ada di MYR 4.278/ton.

(aji)

No more pages