Logo Bloomberg Technoz

“Mesin modern [common rail] biasanya lebih sensitif dibandingkan dengan mesin lama, meski dampak jangka panjang masih terus dievaluasi melalui uji coba saat ini,” kata Yannes ketika dihubungi, baru-baru ini.

Ilustrasi biodiesel (Envato)

Penampung Air

Dihubungi secara terpisah, pakar otomotif Bebin Djuana berpendapat bahwa kendaraan yang menggunakan biodiesel B50 juga perlu dilengkapi penampung air di saluran bahan bakarnya.

Dia menyatakan, jika terlalu banyak air yang terbata ke mesin, injektor berpotensi rusak dan cukup mahal untuk diperbaiki.

Bebin juga mengingatkan campuran FAME yang lebih tinggi yakni mencapai 50% menyebabkan tenaga yang dihasilkan mesin lebih rendah, sehingga konsumsi bahan bakar berpotensi meningkat.

“Jadi, biaya operasional jelas akan naik karena meningkatnya konsumsi solar dan biaya perawatan. [Isu] yang tidak boleh diabaikan tangki BBM karena akan mudah berkarat,” ujar Bebin.

“Diseluruh dunia hanya negara kita yang menerapkan standar B50. Artinya perlu dibuatkan standar spesifikasi khusus untuk kendaraan diesel yang akan dioperasikan di wilayah RI,” lanjutnya.

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat produksi CPO Indonesia sepanjang 2025 mencapai 51,66 juta ton, tumbuh 7,26% dibandingkan dengan produksi 2024 sebanyak 48,16 juta ton.

Di sisi lain, produksi olahan minyak sawit tercatat sebesar 4,89 juta ton, naik 6,41% dibandingkan dengan 2024 sejumlah 4,59 juta ton.

Lebih lanjut, sepanjang 2025, total konsumsi CPO domestik tercatat sebanyak 24,7 juta ton dan ekspor 32,3 juta ton.

Untuk konsumsi domestik, sektor pangan memanfaatkan sekitar 9,8 juta ton, lebih rendah 3,6% dari tahun sebelumnya.

Selanjutnya, industri oleokimia memanfaatkan sekitar 2,2 juta ton CPO, atau tumbuh 1,2% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Sementara itu, untuk biodiesel, tercatat sebanyak 12,7 juta ton, lebih tinggi 11% dari tahun sebelumnya 11,44 juta ton.

Di sisi lain, dari total ekspor 2025 sebesar 32,3 juta ton, 22,72 juta ton di antaranya merupakan ekspor minyak sawit olahan. Lalu, ekspor CPO tercatat sebesar 2,9 juta ton. Sementara itu, ekspor oleokimia dilaporkan 5,07 juta ton.

Realisasi program biodiesel pada 2025./dok. ESDM

Sekadar informasi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan bahwa pemerintah akan menerapkan B50 pada 1 Juli 2026.

Hal ini merupakan salah satu poin dari 8 butir transformasi budaya kerja nasional, dalam merespons gejolak harga minyak dunia dampak dari perang di Timur Tengah.

"Sebagai bagian dari upaya kemandirian energi dan efisiensi energi, pemerintah menerapkan kebijakan B50. Ini mulai berlaku 1 Juli 2026," kata Airlangga dalam konferensi pers, Selasa (31/3/2026).

Di sisi lain, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menyebut progres tes uji jalan atau road test kendaraan menggunakan biodiesel B50 sudah mencapai 15.000 kilometer (km) per akhir Januari 2026.

Eniya mengungkapkan hasil evaluasi tersebut akan menjadi landasan untuk menentukan waktu implementasi mandatori B50.

Road test otomotif baru nyampe 15.000, ini kita mau review,” kata Eniya saat ditemui di Kompleks Parlemen, medio Januari 2026.

Dia menyatakan jika nantinya mandatori B50 diimplementasikan, terdapat beberapa penyesuaian skema penetapan alokasi kuota biodiesel. Misalnya; kuota B40 digunakan seluruhnya tanpa perubahan, kuota untuk sektor non-public service obligation (PSO) dinaikkan, atau kuota non-PSO disesuaikan.

(azr/wdh)

No more pages