Logo Bloomberg Technoz

“Saya sangat berterima kasih karena pembicaraannya sangat produktif,” ujar Prabowo.

Selain itu, dia juga mengucapkan terima kasih kepada Putin atas dukungannya yang membuat Indonesia cepat diterima di BRICS, aliansi ekonomi dan politik yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, Uni Emirat Arab (UEA), Iran, hingga Afrika Selatan.

“Selanjutnya dalam beberapa hal yang sangat penting bagi Indonesia Presiden Putin mendukung dan memberi dukungan kepada keperluan-keperluan Indonesia. Hampir semua bidang yang kita sepakati beberapa bulan yang lalu mengalami kemajuan yang pesat,” tegasnya.

Meskipun begitu, Prabowo menyatakan bakal menangani sendiri sejumlah kerja sama dengan Rusia, terutama terkait dengan hubungan moneter antara Rusia dan Indonesia.

“Ada satu dua yang perlu kita percepat saya akan segera menangani sendiri. Terutama antara hubungan moneter di antara kedua pihak saya akan mengawasi sendiri,” ujarnya.

Membalas itu, Putin mengungkapkan ucapan terima kasih kepada Prabowo atas kunjungannya ke Rusia. Dia menyatakan kunjungan tersebut menjadi pertemuan penting, sebab kondisi geopolitik masih diliputi ketidakpastian.

“Terima kasih banyak sekali lagi kami lihat bahwa bahwa kunjungan yang mulia merupakan makna yang sangat besar dan sangat penting terutama mengingat situasi dan perkembangan sekarang di dunia juga dari segi peningkatan kerja sama bilateral terutama di bidang ekonomi,” ujar Putin membalas Prabowo.

“Terima kasih kami menyambut baik dan kami sangat apresiasi kunjungan yang mulia,” lanjut Putin.

Adapun, pejabat negara yang turut hadir dalam pertemuan tersebut yakni Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono.

Mencari Minyak

Sekadar informasi, Prabowo sempat menyatakan dirinya kerap melakukan kunjungan kenegaraan ke luar negeri untuk mengamankan pasokan minyak mentah.

Bahkan, awal pekan lalu, dia sudah menyebut dalam waktu dekat dirinya bakal kembali melakukan lawatan ke luar negeri untuk mengamankan stok minyak dari negara tersebut. Akan tetapi, Kepala Negara belum mengungkapkan negara tujuannya.

Pernyataan tersebut diungkapkan Prabowo dalam taklimat kabinet Merah Putih, di Istana Merdeka, Rabu (8/4/2026). Tak sampai sepekan usai menyatakan itu, Kepala Negara ternyata terbang ke Rusia dan salah satunya membahas ihwal kerja sama di bidang energi.

“Dibilang Prabowo seneng jalan-jalan ke luar negeri. Saudara-suadara, untuk amankan minyak gue harus ke mana-mana. Kita ke Jepang kemarin ya, kita dapat. Aku mau berangkat lagi nih ke sebuah negara, nanti begitu aku berangkat, kamu tau ke mana. Amankan [pasokan minyak untuk dalam negeri] juga,” kata Prabowo dalam taklimat Kabinet Merah Putih, di Istana Merdeka, Rabu (8/4/2026).

Sebelum pertemuan dilakukan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga sempat menyatakan akan membuka peluang untuk membahas kelanjutan investasi raksasa migas Rusia, PJSC Rosneft Oil Company, di proyek Grass Root Refinery (GRR) atau Kilang Tuban.

Kala itu, Bahlil mengaku belum mengetahui rencana keberangkatan Prabowo ke Rusia, tetapi dia menyatakan bisa saja membahas keberlanjutan investasi Rosneft tersebut jika Prabowo nantinya terbang ke Moskwa.

“Yang bilang berangkat ke Rusia siapa ya? Oh itu kan kerja sama perusahaan Rusia. Rosneft itu kan di [proyek Kilang] Tuban. Rosneft dengan Pertamina membangun satu kilang di sana. Nah, mungkin itu salah satu yang akan bisa kita follow up, tetapi itu kan B2B [business to business],” kata Bahlil kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (10/4/2026).

Rata-rata pergerakan empat minggu pengiriman minyak mentah dari semua pelabuhan Rusia (2022-2026). (Bloomberg)

Sekadar catatan, ketika jalur perdagangan migas dunia di Selat Hormuz terganggu, AS mengeluarkan pengecualian sanksi yang memungkinkan negara-negara untuk membeli minyak Rusia yang telah dimuat ke kapal tanker.

Bahkan, Perusahaan kilang minyak Filipina, Petron Corp, telah menerima pengiriman minyak Rusia. CEO Petron, Ramon Ang, mengonfirmasi penerimaan minyak dari anggota OPEC+ tersebut, tetapi tidak memberikan detail lebih lanjut.

Di sisi lain, harga minyak mentah Rusia naik ke level tertinggi dalam lebih dari 13 tahun. Minyak mentah andalan negara tersebut, Urals, mencapai US$116,05 per barel pada 2 April di pelabuhan Primorsk Rusia, fasilitas ekspor minyak terbesar di pantai Baltik negara tersebut, menurut data dari Argus Media.

Harga, yang tidak termasuk biaya pengiriman, tersebut hampir dua kali lebih tinggi dari rata-rata US$59 per barel yang diasumsikan dalam anggaran Rusia untuk tahun ini.  

Rata-rata pengiriman minyak mentah empat minggu dari Rusia (2022-2026). (Bloomberg)

(azr/wdh)

No more pages