BI: Pelemahan Rupiah Dipengaruhi Neraca Pembayaran
Mis Fransiska Dewi
13 April 2026 15:48

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyoroti pergerakan nilai tukar mata uang pada dasarnya tidak terlepas dari fundamental ekonomi, khususnya neraca perdagangan. Ketika neraca perdagangan defisit, maka nilai tukar akan terkoreksi.
“Kalau kita surplus, ya nilai tukar akan cenderung menguat. Ini hal yang sifatnya memang otomatis di dalam ekonomi manapun,” kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan dalam acara Central Banking Forum 2026, Senin (13/4/2026).
Dalam kaitan itu, Erwin mengungkapkan BI melakukan penyesuaian kebijakan secara berkala. Dia berharap seiring peningkatan produksi dan ekspor, neraca perdagangan dapat terus mengalami peningkatan.
Diketahui, rupiah spot tercatat melemah 0,09% ke level Rp17.113/US$, sejalan dengan kembali menguatnya indeks dolar As terhadap enam mata uang utama sebesar 0,41% ke level 99,05. Tak berselang lama, rupiah kembali melemah 0,17% ke Rp17.127/US$.
Tekanan terhadap mata uang kawasan juga dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah. Minyak mentah jenis Brent kembali melonjak 6,86% ke US$101,73 per barel pada 08.45 WIB.





























