Logo Bloomberg Technoz

Tekanan Belum Reda, Rupiah Masih Bertahan di Atas Rp17.000/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
13 April 2026 16:20

Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot melanjutkan pelemahan. 

Pada Senin (13/4/2026), rupiah kembali melemah terbatas 0,03% ke Rp17.103/US$. Tekanan eksternal dan kondisi domestik membuat rupiah kesulitan untuk menguat lagi ke level Rp16.000-an/US$ sejak awal April. 

Dalam tiga hari beruntun sejak Kamis pekan lalu, rupiah terus merosot hingga menembus level terendahnya sepanjang masa pada hari ini di posisi Rp17.137/US$ pada sesi perdagangan pagi setelah pembukaan pasar. 

Pergerakan rupiah pada perdagangan Senin (13/4/2026). (Bloomberg)

Perang AS dan Iran jadi biang keladi pergerakan mata uang Garuda jadi makin terbatas. Perang yang sudah berlangsung selama sekitar 7 pekan ini menyebabkan ketidakpastian global dan membuat aset-aset di pasar negara berkembang terobang-ambing mengikuti arah sentimen yang terjadi. 

Awal pekan ini, sentimen buruk membayangi pasar Asia. Gagalnya kesepakatan damai membuat aset mata uang di kawasan bergerak melemah. Sejak awal perang, aset mata uang Asia kompak melemah, kecuali yuan China.