Bos BI Beber 3 Dampak Besar Perang AS-Iran ke Ekonomi RI
Mis Fransiska Dewi
13 April 2026 12:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan eskalasi konflik Timur Tengah yang meningkat berdampak pada perekonomian global, termasuk Indonesia. BI membeberkan dampaknya terjadi pada tiga hal, yakni pengetatan finansial, harga komoditas yang naik, hingga produksi dan perdagangan yang menurun.
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengungkapkan dampak secara langsung terhadap sektor finansial tidak terlalu besar, serta reaksi pasar di Timur Tengah relatif terbatas.
Akan tetapi, dampak tidak langsung perang tersebut sangat besar karena menyangkut Amerika Serikat (AS) yang merupakan financial hub dan pusat industri keuangan.
“Dampak langsungnya dari apa yang terjadi di perang di Iran tersebut adalah ketidakpastian pasar keuangan global dan juga sentimen risiko itu akan naik,” kata Destry dalam Central Banking Forum 20266, Senin (13/4/2026).
Lebih jauh Destry menjelaskan dampak tidak langsung pada sektor finansial yakni investor menjauhi risiko di pasar, sehingga aktivitas aset aman atau safe haven meningkat. Walhasil, kondisi ini memicu pergeseran modal dari negara berkembang ke negara maju. Hal ini membuat indeks dolar meningkat. Indonesia pun turut merasakan risiko ini.
































