Logo Bloomberg Technoz

Aset China Jadi Safe Haven, Saham dan Obligasi Kompak Menguat

News
13 April 2026 09:12

Ilustrasi bursa saham China. (Bloomberg)
Ilustrasi bursa saham China. (Bloomberg)

Iris Ouyang dan Jeanny Yu - Bloomberg News

Bloomberg, Untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir, pergerakan saham dan obligasi di China berjalan selaras. Fenomena ini mencerminkan bagaimana aset-aset China kini dianggap sebagai pilihan investasi yang lebih aman di tengah berkecamuknya perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, korelasi 90 hari antara indeks saham unggulan CSI 300 dan Bloomberg China Treasury Total Return Index telah berbalik positif sejak 18 Maret. Upaya Beijing untuk mengisolasi ekonominya dari guncangan harga minyak mulai membuahkan hasil, di mana aset-aset China tercatat bertahan jauh lebih baik dibandingkan aset-aset global lainnya.


Di saat yang sama, sistem keuangan yang dibanjiri likuiditas turut mendongkrak pasar obligasi. Sementara itu, spekulasi bahwa tekanan deflasi di China mulai mereda memberikan sentimen positif bagi pasar saham. Ada pula tanda-tanda kembalinya dana global ke pasar China setelah bertahun-tahun berada di posisi underweight. Analisis Bank of America menunjukkan bahwa posisi dana aktif long-only mencapai level netral terhadap acuan untuk pertama kalinya sejak 2022 pada akhir Februari lalu.

“Seiring penguatan Renminbi, likuiditas yang tetap longgar, serta ekonomi China yang mulai stabil dan pulih, daya tarik aset China terus tumbuh,” ujar Ming Ming, kepala ekonom di Citic Securities Co. Ia menyiratkan bahwa korelasi positif antara saham dan obligasi China kemungkinan akan tetap tinggi.

Pergerakan saham dan obligasi di China berjalan selaras. (Sumber: Bloomberg)