Logo Bloomberg Technoz

Di sisi lain, biaya trading minyak juga terus melonjak sejak perang terjadi. Intercontinental Exchange Inc. (ICE) secara signifikan meningkatkan margin yang harus disetorkan oleh para pedagang (trader) untuk kontrak berjangka minyak mentah Brent dan diesel Eropa sejak dimulainya perang di Iran, karena volatilitas yang melonjak telah meningkatkan harga energi.

Kenaikan ini secara efektif telah melipatgandakan biaya perdagangan kontrak berjangka minyak mentah dan diesel paling likuid di dunia pada saat pasar minyak global menghadapi salah satu gangguan pasokan terburuk dalam sejarah.

Dari dalam negeri, kenaikan harga minyak yang masih berlanjut membuat ruang fiskal kian sempit. Beban subsidi dan kompensasi energi ikut membengkak.

Apalagi pemerintah berkomitmen tidak menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun ini demi menjaga daya beli masyarakat. Situasi ini membuat APBN makin sensitif terhadap gejolak eksternal. Kenaikan harga minyak berpotensi memperlebar defisit APBN. 

Lebih lanjut, tekanan dari kenaikan harga energi ini juga bisa menjalar pada laju inflasi yang sudah mulai terlihat pada kenaikan harga bahan baku plastik serta tekstil. 

Alhasil, premi risiko aset domestik diganjar mahal seperti yang terjadi pada rupiah saat ini.  

(riset/aji)

No more pages