Logo Bloomberg Technoz

Menurut Abdul dan Adrian, penurunan drastis pada top-line dan bottom-line SSIA sepanjang tahun 2025 tidak sepenuhnya merefleksikan pelemahan fundamental struktural.

Sebelumnya, SSIA berhasil mencetak laba Rp234,22 miliar pada tahun 2024. Saat itu, SSIA mengantongi pendapatan usaha Rp6,31 triliun.

“Tekanan utama murni berasal dari high-base effect penjualan lahan berskala besar pada tahun sebelumnya di segmen properti yang bersifat one-off transaction, serta hilangnya potensi pendapatan akibat renovasi besar-besaran Paradisus by Meliá Bali Hotel,” tulis Abdul dan Adrian.

Di sisi lain, mereka berpendapat, segmen kontruksi menjadi jangkar stabilitas portofolio bisnis SSIA di tengah volatilitas segmen properti dan perhotelan.

(fik/naw)

No more pages