Meski begitu, DPR menerima laporan Kementerian Kesehatan yang mengatakan hingga kini Indonesia belum mencatat adanya kasus varian COVID-19 Cicada.
“Fakta bahwa varian ini belum terdeteksi di Indonesia memang memberi ruang tenang, namun dinamika global menunjukkan bahwa penyebaran virus masih sulit diprediksi, terlebih di tengah mobilitas internasional yang kembali tinggi,” ungkap Legislator dari Dapil Jawa Timur VI tersebut.
“Apakah kapasitas deteksi dini kita cukup kuat untuk membaca perubahan sejak awal?”
Dia mengatakan, berdasarakan pengalaman pandemi sebelumnya, jeda antara deteksi global dan masuknya varian ke suatu negara sering kali sangat singkat. Sementara respons kebijakan kerap tertinggal.
“Kami mendorong Pemerintah untuk memperkuat genomic surveillance secara merata, tidak hanya terpusat di kota-kota besar,” ujar Politikus Partai NasDem tersebut.
Menurut dia, pemerintah juga harus kembali meminta masyarakat untuk menjalankan perilaku hidup sehat untuk menekan potensi penyebaran. Beberapa di antaranya penggunaan masker saat sakit atau di ruang padat, perlindungan kelompok rentan, serta kepatuhan terhadap vaksinasi penguat bagi kelompok berisiko.
(dov/frg)






























