Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, untuk sektor keuangan dan asuransi tumbuh sebesar 7,6% secara neto menjadi sebesar Rp50,7 triliun atau berkontribusi sebesar 13% terhadap seluruh penerimaan pajak.

Namun demikian, kenaikan tersebut tidak lebih tinggi ketimbang kenaikan di kuartal IV-2025 yang lalu yang menorehkan pertumbuhan hingga 35,8% secara yoy.

“Jadi, ini kalau kita lihat di sektor-sektor utama yang sekarang itu bertumbuh dan taxing capacity kami makin bagus, itu bisa dilihat dari mulai manufaktur, perdagangan, insurance, dan pertambangan. Ini hampir semuanya tumbuh bagus, kecuali ada sedikit kontraksi di insurance dan keuangan. Walaupun dia tetap, apa namanya, brutonya tetap tumbuh, tapi hanya sedikit. Tidak seperti tribulan 4 tahun 2025.” kata Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto dalam acara Pusdiklat Pajak, Rabu (8/4/2026). 

Sebagai informasi, penerimaan pajak mencapai Rp 394,8 triliun pada Triwulan I 2026, tumbuh 20,7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Naiknya penerimaan pajak terutama ditopang oleh kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) sebesar 57,7% secara tahunan (year on year) menjadi Rp 155,6 triliun.

Tumbuhnya penerimaan pajak ini membuat pendapatan negara pada Januari-Maret 2026 secara keseluruhan mencapai Rp 574,9 triliun, naik 10,5% secara tahunan.

(ell)

No more pages