Logo Bloomberg Technoz

Perdebatan Bumi Datar Hadir dalam Misi Artemis II NASA ke Bulan

Merinda Faradianti
07 April 2026 13:00

Astronot Christina Koch dalam misi perjalanan ke orbit terdekat Bulan, memandangi Planet Bumi. dok: Bloomberg
Astronot Christina Koch dalam misi perjalanan ke orbit terdekat Bulan, memandangi Planet Bumi. dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, JakartaPerdebatan lama soal bentuk Bumi kembali mencuat di media sosial setelah sebuah unggahan viral di platform X yang menyebut perjalanan NASA ke Bulan sebagai omong kosong dan hanya sebagai bagian dari rekayasa global.

Narasi ini kembali diangkat komunitas penganut teori Bumi datar atau flat earth yang menolak bukti ilmiah tentang bentuk Bumi dan eksplorasi luar angkasa. Seorang pengguna di X dengan akun @RicardoDonato mengunggah dan memicu perdebatan luas.

“Bumi itu datar. Ruang angkasa itu palsu. Dia telah bangkit,” terang Ricardo dalam unggahan di media sosial X, dikutip Selasa (7/4/2026).

Dalam beberapa postingannya, Ricardo menyebut bahwa seluruh misi ke Bulan, merupakan hasil manipulasi visual. Tudingan itu menyebut bahwa NASA menggunakan teknologi seperti green screen dalam siaran luar angkasa modern.

“Saya meyakini bahwa ketiga kebenaran [Bumi itu datar. Ruang angkasa itu palsu. Dia telah bangkit] ini sudah jelas dengan sendirinya.” tulis Ricaardo dalam cuitannya.

Pro-Kontra: Sains Vs Keyakinan

Namun, di sisi lain, komunitas ilmiah menilai bahwa klaim tersebut tidak berdasar dan mengabaikan data yang dapat diverifikasi secara independen.

Komunitas ilmiah menilai klaim flat earth mengabaikan berbagai bukti yang telah teruji selama berabad-abad, mulai dari pengamatan astronomi hingga data satelit modern.

Selain itu, misi luar angkasa seperti Artemis II tidak hanya menghasilkan rekaman video, tetapi juga data telemetri, pelacakan radar, dan komunikasi yang dapat dipantau oleh berbagai pihak di seluruh dunia.

Pada awal April 2026 ini dilaporkan kru NASA yang terdiri dari empat astronaut akan terbang melintasi bulan pada hari Senin pada jarak terdekat mereka dengan permukaan bulan selama misi, sekaligus menjadi jarak terdekat yang pernah dicapai manusia terhadap bulan dalam lebih dari 50 tahun

Momen bersejarah tersebut dijadwalkan terjadi tak lama setelah pukul 19.00 waktu New York pada hari Senin, sebagai bagian dari manuver lintasan selama beberapa jam di mana para astronaut akan mengambil gambar sisi jauh bulan, sudut pandang yang tidak pernah terlihat dari Bumi.

Pendekatan jarak dekat ini merupakan puncak dari misi Artemis II milik NASA, yang diluncurkan ke luar angkasa pada Rabu, 1 April, membawa astronaut NASA Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch, serta astronaut Kanada Jeremy Hansen menuju bulan.

Misi ini berfungsi sebagai latihan besar untuk menguji kendaraan yang akan digunakan guna membantu pendaratan manusia di permukaan bulan dalam waktu sekitar dua tahun ke depan.

Misi Artemis berupaya mengulangi dan kemudian melampaui prestasi yang dicapai selama program Apollo bersejarah yang berhasil mendaratkan Neil Armstrong dan 11 orang lainnya di permukaan Bulan pada tahun 1960-an dan 1970-an.

Dengan Artemis, dinamai sesuai nama dewi kembar Apollo, NASA bertujuan untuk tinggal di bulan dalam jangka panjang. Administrator NASA di bawah Presiden Donald Trump, Jared Isaacman, telah menyusun rencana senilai US$30 miliar selama satu dekade untuk mendirikan pangkalan di bulan tempat para astronot dapat tinggal dan bekerja.

Misi Artemis II dipimpin oleh astronaut NASA Reid Wiseman, seorang veteran Angkatan Laut selama 27 tahun dan mantan kepala kantor astronot di badan antariksa tersebut.

Bersama dengannya terbang astronaut NASA Victor Glover, pilot misi, dan Christina Koch, spesialis misi yang pernah melakukan aktivitas luar angkasa pertama yang seluruh anggotanya perempuan. Mereka didampingi oleh astronaut Kanada Jeremy Hansen, yang akan terbang ke luar angkasa untuk pertama kalinya dalam perjalanan ini.

Berhasil Kelilingi Bulan

Usai sukses menuntaskan misi mendekati permukaan Bulan, empat astronot tengah kembali pulang ke Bumi, kata Jenni Gibbons, seorang astronaut dari Badan Antariksa Kanada dan anggota kru cadangan Artemis II.

Dalam komunikasi ini yang diperoleh disebutkan, kapsul Orion buatan Lockheed Martin Corp. milik Artemis II berada sekitar 4.067 mil dari permukaan Bulan, menurut perhitungan NASA, dilaporkan Bloomberg News, dengan penggambaran bahwa bulan tampak sebesar bola basket di telapak tangan seseorang yang terulur.

Pesawat ruang angkasa tersebut mencapai jarak terjauhnya dari Bumi beberapa menit kemudian, yaitu 252.756 mil, kata Administrator NASA Jared Isaacman dalam sebuah postingan di X.

- Dengan asistensi Whery Enggo Prayogi.