Logo Bloomberg Technoz

Rahmad bahkan mengklaim hari ini Indonesia bisa menjadi stabilisator atau bahkan penyelamat ekosistem pangan dunia. 

"Biasanya Indonesia situasinya rentan jika terjadi gejolak dunia, khusus mengenai pupuk kembali lagi kami tegaskan khusus mengenai pupuk kita tidak terjadi gangguan khususnya kecukupan pupuk urea yang memang terganggu Hormuz," ujar dia.

HET Pupuk, kata dia, bahkan sudah turun 20% dan dipastikan tidak ada rencana untuk kembali meningkatkan harga.

"HET akan tetap dan kebutuhan pupuk urea baik untuk subsidi maupun non-subsidi di Indonesia kami dapat yakinkan bisa terselenggara dengan baik," tegas dia.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan hingga saat ini belum ada keluhan impor bahan baku pupuk di tengah krisis pasokan imbas adanya konflik Timur Tengah yang membuat petani global khawatir.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, impor bahan baku pupuk saat ini masih dilakukan di wilayah kawasan Eurasia yang tidak mengalami dampak signfikan dari perang tersebut.

"Sampai sekarang sih belum ada keluhan ke kami. Tapi pada prinsipnya kita impor banyak dari negara-negara Eurasia," ujar Busan, sapaan akrabnya, kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Busan mengatakan, negara-negara tersebut meliputi Kazakhstan, Uzbekistan, hingga Kirgiztan, yang selama ini disebut telah menjadi alternatif pasokan bahan baku pupuk NPK dalam negeri.

Dia mengatakan, negara-negara tersebut juga menjadi alternatif pasokan bahan baku apabila impor dari negara Timur Tengah seperti Yordania dan Mesir yang mengalami kendala dan hambatan saat konflik yang masih berlangsung hingga saat ini.

(ain)

No more pages