Logo Bloomberg Technoz

Untung-Buntung RI Tahan Harga BBM Saat Minyak Mengamuk

Azura Yumna Ramadani Purnama
02 April 2026 09:00

Petugas bekerja di SPBU Pertamina Rest Area Tol Tangerang-Jakarta KM 14, Senin (1/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Petugas bekerja di SPBU Pertamina Rest Area Tol Tangerang-Jakarta KM 14, Senin (1/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kalangan pakar energi menilai langkah pemerintah memutuskan menahan harga bahan bakar minyak (BBM) memang dapat menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas inflasi setelah periode Lebaran. Namun, kebijakan tersebut menjadi tidak lazim ketika BBM nonsubsidi turut ditahan harganya.

Ekonom energi Center of Reform on Economics (Core) Muhammad Ishak Razak menyatakan kebijakan menahan harga tersebut seharusnya dibedakan secara tegas untuk BBM bersubsidi dan nonsubsidi.

Untuk menahan harga BBM bersubsidi, pemerintah memiliki instrumen subsidi dan kompensasi energi guna mengompensasi selisih harga jual.


Terhadap BBM nonsubsidi, kata Ishak, seharusnya penetapan harganya mengacu pada harga pasar dan keekonomian dari produk olahan minyak mentah tersebut.

Terlebih, selisih harga keekonomian dan harga jual bakal ditanggung sendiri oleh PT Pertamina (Persero).