Bursa Asia Siap Menguat, Pasar Optimis Perang Iran akan Berakhir
News
02 April 2026 06:30

Richard Henderson - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Asia bersiap mencatatkan penguatan pada pembukaan perdagangan Kamis (2/4). Hal ini menyusul reli di Wall Street dan turunnya harga minyak dunia yang menjadi sinyal meningkatnya optimisme bahwa perang di Iran mungkin segera berakhir.
Kontrak berjangka (futures) indeks saham Jepang, Hong Kong, Australia, dan Korea Selatan seluruhnya diperdagangkan lebih tinggi, membuka jalan bagi penguatan di seluruh kawasan. Sebelumnya, indeks S&P 500 naik 0,7% pada Rabu, sementara Nasdaq 100 melesat 1,2%, membawa kedua tolok ukur tersebut ke level tertinggi pekan ini. Di sisi lain, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun lebih dari 1% di awal perdagangan Asia menjelang pidato Donald Trump.
Indeks dolar AS tercatat turun 0,2%, sementara harga emas justru melonjak 1,9%. Di pasar obligasi, surat utang AS (Treasury) mengalami sesi yang fluktuatif; imbal hasil tenor 10 tahun ditutup stabil, tenor 30 tahun menguat, sementara tenor 2 tahun sedikit menurun setelah rilis data pasar tenaga kerja dan penjualan ritel AS yang solid.
Pergerakan aset berisiko (risk-on) secara luas ini mencerminkan meredanya kekhawatiran akan konflik berkepanjangan di Timur Tengah, seiring tumbuhnya keyakinan bahwa Trump mungkin akan segera membatasi aksi militer AS terhadap Iran.





























