Pendanaan OpenAI ini jauh melampaui putaran pendanaan terbaru oleh perusahaan rintisan AI lainnya, Anthropic PBC dan xAI, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.
Sarah Friar selaku Chief Financial Officer mengatakan pendanaan ini “jauh melampaui bahkan IPO terbesar yang pernah dilakukan.” Apa yang dihasilkan hari ini juga kemudian memberikan “banyak fleksibilitas” perusahaan dalam berinvestasi pada sumber daya komputasi dan peta jalan AI-nya.
OpenAI sebelumnya memastikan bakal mengucurkan lebih dari US$1,4 triliun guna infrastruktur fisik dalam beberapa tahun mendatang guna mendukung software AI-nya. Untuk membiayai investasi tersebut, OpenAI dan sang rival, Anthropic, telah menggandeng kelompok dana ventura dan perusahaan teknologi yang saling overlapping, termasuk penyedia layanan cloud dan chip mereka seperti Amazon dan Nvidia.
Jaringan kemitraan yang rumit ini telah memicu kekhawatiran akan dampak negatifnya jika teknologi tersebut tidak sesuai dengan ekspektasi tinggi saat ini.
Kedua startup tersebut juga diperkirakan bakal go public tahun ini, mengumpulkan modal tambahan dan menguji minat Wall Street terhadap bisnis AI yang belum menguntungkan namun tumbuh pesat.
Friar menegaskan bahwa OpenAI telah diatur untuk menjadi “perusahaan yang siap go public,” Ia menyebut perusahaan sebagai “good hygiene” bagi sebuah bisnis, tanpa membagikan rincian spesifik mengenai rencana penawaran IPO.
Ia juga mengatakan IPO dapat berfungsi sebagai “momen pembangun kepercayaan” bagi sebuah perusahaan.
(bbn)































