Logo Bloomberg Technoz

“Kami tidak terkesan,” kata James Edwardes Jones dari RBC Capital Markets, yang telah memberikan rekomendasi jual terhadap saham Unilever selama setahun terakhir. Ia menilai tidak jelas mengapa Unilever melepas bisnis makanan yang dimilikinya — yang didominasi dua merek kuat, Hellmann’s dan Knorr — untuk memperoleh kepemilikan sebagian dalam bisnis makanan yang jauh lebih luas.

Meski kesepakatan ini akan menjadikan Unilever sebagai perusahaan murni di bidang perawatan rumah tangga dan personal, langkah tersebut “tidak terlihat sebagai cara yang mulus untuk mencapainya,” tambahnya.

Menurut analis Bernstein, Callum Elliott, perusahaan gabungan akan memiliki tingkat utang tinggi dan, dengan pencatatan utama awal hanya di New York, kemungkinan menghadapi tekanan jual signifikan dari investor Eropa yang saat ini memegang saham Unilever. Hal ini diperkirakan akan membebani sentimen investor selama 12 bulan ke depan, seiring pemegang saham mempertimbangkan apakah mereka ingin tetap menjadi pemilik entitas makanan baru tersebut.

Bisnis Makanan Besar

Unilever telah menjual produk makanan selama hampir 100 tahun. Selain merek global seperti Hellmann’s dan Knorr, perusahaan juga memiliki produk regional seperti Maille dan Marmite.

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan makanan besar seperti Unilever menghadapi tekanan karena konsumen dengan daya beli lebih rendah mengurangi belanja atau beralih ke merek toko yang lebih murah. Popularitas obat penurun berat badan berbasis GLP-1 juga membuat pengguna makan lebih sedikit atau memilih makanan yang lebih segar. Chief Executive Officer (CEO) Unilever Fernando Fernandez menegaskan bahwa kecantikan, perawatan pribadi, dan kesehatan — bukan makanan — akan menjadi kunci pertumbuhan perusahaan ke depan.

Pada Selasa (31/3), Fernandez mengatakan kesepakatan dengan McCormick merupakan langkah lanjutan untuk “mempertajam” portofolio perusahaan dan membantu menjadikannya bisnis “murni” senilai €39 miliar (US$45 miliar) yang berfokus pada kesehatan, kesejahteraan, perawatan rumah tangga, dan personal.

Perusahaan makanan gabungan nantinya akan tetap menggunakan nama McCormick dengan pendapatan sekitar US$20 miliar dari produk herbal, rempah, bumbu, bahan memasak, kondimen, dan saus. CEO McCormick, Brendan Foley, akan tetap menjabat dan berkantor di markas perusahaan saat ini di Hunt Valley, Maryland.

Unilever akan menunjuk empat dari 12 anggota dewan dan memegang 9,9% saham di perusahaan makanan baru, yang menurut Fernandez akan dilepas secara bertahap. Sementara pemegang saham Unilever akan menguasai 55,1%.

“Ini adalah sesuatu yang telah kami pertimbangkan selama beberapa tahun,” kata Foley kepada wartawan, menyebut kedua perusahaan sebagai “bisnis yang sangat saling melengkapi dengan kesesuaian strategis kuat” untuk memenuhi meningkatnya permintaan rasa dalam makanan.

Kesepakatan ini tidak mencakup operasi Unilever di India, Nepal, dan Portugal, serta bisnis nutrisi gaya hidup, unit jus Buavita, dan minuman siap minum Lipton.

Permintaan Saus Pedas

McCormick menilai kesepakatan ini akan memperkuat eksposurnya terhadap pasar saus dan kondimen yang berkembang pesat. Segmen tersebut semakin populer di kalangan konsumen muda, dengan McCormick sebelumnya mencatat bahwa pembeli muda di AS mengeluarkan lebih banyak uang untuk saus pedas dibandingkan saus tomat.

Perusahaan juga akan memperoleh merek Hellmann’s dan Knorr dari Unilever, yang menyumbang sekitar 70% penjualan makanan Unilever. Knorr dikenal di lebih dari 90 negara dengan lebih dari 5 miliar pelanggan, sementara Hellmann’s dijual di lebih dari 65 negara.

McCormick, yang menegaskan kembali prospek kinerja tahunannya, telah memperluas bisnis melalui merger dan akuisisi selama setidaknya satu dekade terakhir. Perusahaan sebelumnya mencoba mengakuisisi Premier Foods Plc namun gagal mencapai kesepakatan. Ekspansi terbesar ke bisnis kondimen terjadi sekitar satu dekade lalu saat McCormick membeli divisi makanan Reckitt Benckiser Group Plc senilai US$4,2 miliar, yang menambahkan merek French’s dan Frank’s RedHot ke dalam portofolionya.

Transaksi ini akan dilakukan melalui skema Reverse Morris Trust, jenis merger yang dirancang bebas pajak, dan telah disetujui secara bulat oleh dewan kedua perusahaan.

Analis menyoroti kekhawatiran investor terkait jangka waktu panjang penyelesaian kesepakatan yang diperkirakan baru rampung pada 2027, serta rekam jejak akuisisi perusahaan makanan besar yang tidak selalu berhasil. Kraft Heinz Co. sebelumnya berencana memisahkan bisnisnya, namun langkah tersebut dihentikan oleh CEO baru awal tahun ini.

“Pertanyaan utama yang kemungkinan terus muncul adalah apakah margin bisnis makanan Unilever berkelanjutan,” tulis analis Bernstein Alexia Howard, seraya menilai entitas gabungan mungkin harus mengalokasikan sumber daya tambahan untuk bisnis tersebut.

Merger skala besar jarang berhasil dalam sektor barang konsumsi kemasan, menurut analis BNP Paribas Max Gumport. “Walaupun McCormick menyatakan percaya diri dengan kemampuan integrasinya, kombinasi ini jelas kompleks,” ujarnya.

Goldman Sachs Group Inc dan Morgan Stanley bertindak sebagai penasihat keuangan Unilever, dengan Clifford Chance LLP dan Wachtell Lipton Rosen & Katz sebagai penasihat hukum. Sementara itu, Citigroup Inc dan Rothschild & Co bekerja sama dengan McCormick, dengan Cleary Gottlieb Steen & Hamilton LLP dan Hogan Lovells sebagai penasihat hukum.

(bbn)

No more pages