Inflasi Maret 2026 Diprediksi Landai meski Momentum Lebaran
Mis Fransiska Dewi
31 March 2026 19:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom memproyeksi laju inflasi pada Maret 2026 akan melandai dibandingkan Februari 2026, meskipun tekanan harga bahan pokok masih terasa seiring momentum Ramadan dan Lebaran.
Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memperkirakan inflasi Maret secara tahunan berada di level 3,59% secara tahunan atau year-on-year (yoy) atau turun dari realisasi Februari 2026 yang mencapai 4,76% yoy.
Sementara itu, inflasi bulanan atau month-to-month (mtm) diperkirakan lebih rendah di level sekitar 0,51%, dibandingkan Februari sebesar 0,68% mtm. Meskipun melandai, angka tersebut masih relatif tinggi karena adanya pengaruh kebijakan diskon tarif listrik pada periode sebelumnya.
“Inflasi di Maret masih tinggi karena masih ada efek low base diskon listrik. Tanpa diskon listrik, inflasi diperkirakan 2.60% yoy,” kata David saat dihubungi, Selasa (31/3/2026).
Secara bulanan, inflasi diperkirakan meningkat sekitar 0,51% mtm. Kenaikan ini, kata dia, tidak terlepas dari faktor musiman Ramadan dan Lebaran yang mendorong konsumsi masyarakat.


























