"Di lapangan, kami melihat ada kenaikan harga pada produk tertentu dan kami melihat bahwa itu adalah upaya oleh pasar untuk menyesuaikan harga pada produk-produk turunan dari bahan baku yang berasal dari Timur Tengah," tutur dia.
"Bukan tersendat, tapi sedikit tersendat, namun masih berproduksi sampai saat ini. Kita tidak tahu ke depan akan seperti apa. Sampai saat ini kami sampaikan bahwa dampaknya terhadap industri masih terbatas pada subsektor tertentu."
Sebelumnya, Industri makanan dan minuman (mamin) mulai merasakan dampak dari eskalasi perang di Timur Tengah antara Iran, Amerika Serikat (AS) dan Israel yang turut menyebabkan kenaikan harga minyak dan kelangkaan pasokan gas.
Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman mengatakan dampak mulai terasa pada kenaikan harga kemasan yang saat ini telah naik hingga 60%.
"Ini sangat berpengaruh terhadap ketersediaan kemasan plastik. Nah ini yang mengakibatkan harga melonjak dan di pasar, khususnya pasar ritel, itu untuk yang kemasan-kemasan yang siap jual itu kenaikan bisa bahkan 50-60%," ujarnya saat dihubungi.
Adhi mengatakan, kenaikan tersebut disebabkan oleh produsen bahan baku atau industri hulu plasik yang mayoritas berasal dari wilayah Timur Tengah kini mulai mengurangi produksi dan hambatan pengiriman.
Industri tersebut meliputi produsen seperti Polietilena (PE), Polipropilena (PP), hingga (Linear Low-Density Polyethylene), yang bahkan telah menurunkan produksi hingga 30% dari produksi normal harian.
"Dan yang lebih berat lagi sebenarnya ketersediaannya. Ada beberapa produsen yang sudah menyatakan tidak bisa, tidak sanggup memasok karena tidak ada bahan baku plastiknya," tutur Adhi.
Adhi pun meminta pemerintah untuk segera mencari solusi yang terbaik untuk mencegah keberlangsungan industri plastik, yang sangat berkaitan erat dengan industri mamin dalam negeri.
Salah satu caranya adala melakukan negosiasi kepada seluruh entitas industri mamin, termasuk kemasan plastik untuk bersama mencari cara keluar dari tekanan yang saat ini semakin besar.
"Saya berharap pemerintah bisa segera cari solusi yang terbaik," kata dia. "Salah satu yang bisa dilakukan oleh pemerintah adalah bagaimana kita negosiasI, mengatur industri hulu dan hilir harus kompak, tidak perlu berjalan sendiri-sendiri yang akan mempersulit situasi."
(ain)






























