Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Ditutup Melemah 0,61%

Muhammad Julian Fadli
31 March 2026 17:34

Siswa di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Siswa di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Selasa (31/3/2026) usai kehilangan 0,61% di posisi 7.048,22. Turun dalamnya saham–saham big caps jadi pemicu, saham BREN, saham BYAN, hingga saham SMMA.

IHSG langsung terjun bebas dari pembukaan perdagangan saham Sesi II siang hari tadi, rentang perdagangan terjadi 7.155,54 hingga terdalam menyentuh 7.031,1 yang tepat terjadi jelang penutupan.

IHSG pada Sesi II Selasa 31 Maret 2026 (Bloomberg)

Adapun pelemahan IHSG turut disebabkan oleh kondisi ketidakpastian yang masih tinggi di pasar. Rupiah yang ditutup melemah 0,02% di level Rp16.995/US$ di pasar spot, berdasarkan data Bloomberg, turut jadi pemberat.


Saat ini, pasar juga tengah wait and see mencermati langkah efisiensi anggaran negara oleh pemerintah untuk dapat meminimalisir risiko pelebaran defisit APBN di tengah potensi pembengkakan belanja subsidi. 

“Pemerintah direncanakan akan melakukan konferensi pers yang akan merincikan paket kebijakan yang spesifik merespon dinamika terkini, termasuk kemungkinan pelaksanaan Work From Home (WFH) terbatas dan juga akselerasi program swasembada energi melalui komoditas biofuel sawit B50,” papar Panin Sekuritas dalam risetnya.