Ekspor Batu Bara RI ke Filipina Diprediksi Naik Jadi 40 Juta Ton
Azura Yumna Ramadani Purnama
31 March 2026 13:30

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) memprediksi permintaan batu bara Indonesia dari Filipina bakal naik menjadi sekitar 40 juta ton pada 2026, dari tahun sebelumnya sekitar 38,5 juta ton.
Direktur Eksekutif APBI Gita Mahyarani mengungkapkan secara umum kondisi geopolitik dan kenaikan harga minyak mentah dan gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) mendorong beberapa negara untuk kembali mengandalkan batu bara.
Terkait dengan kondisi itu, dia mengamini bahwa terdapat peluang bagi Indonesia untuk memasok batu bara ke sejumlah negara yang menghadapi tekanan kebutuhan energi domestik, termasuk Filipina.
Bagaimanapun, dia memandang kuota produksi batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang bakal ditetapkan sekitar 600 juta ton bakal membatasi ruang untuk penambang meningkatkan produksi dalam jangka pendek.
“Meskipun ada peluang peningkatan permintaan, termasuk dari Filipina, realisasi manfaat bagi Indonesia tetap sangat bergantung pada keseimbangan antara kapasitas produksi yang telah ditetapkan, prioritas pasar utama, serta dinamika permintaan global secara keseluruhan,” kata Gita ketika dihubungi, Selasa (31/3/2026).



























