Logo Bloomberg Technoz

Bursa Asia Memerah, Keuntungan 2026 Lenyap Akibat Konflik Iran

News
31 March 2026 08:20

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Chiranjivi Chakraborty - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham Asia jatuh pada perdagangan Selasa (31/3), menyeret indeks acuan regional ke zona merah dan menghapus seluruh keuntungan yang sempat diraih tahun ini. Lonjakan biaya energi akibat perang di Iran memicu kekhawatiran akan meroketnya inflasi dan melambatnya pertumbuhan ekonomi.

Indeks MSCI Asia Pasifik merosot hingga 1,1% pada Selasa pagi, dengan raksasa teknologi seperti Samsung Electronics Co dan SK Hynix Inc menjadi beban utama pelemahan. Tak hanya itu, indeks MSCI untuk pasar negara berkembang (emerging market) juga resmi menghapus seluruh kenaikan yang telah dicapai sepanjang tahun 2026.


Perkembangan ini menunjukkan perubahan drastis nasib pasar Asia. Padahal, kawasan ini mengawali tahun dengan performa luar biasa saat investor berbondong-bondong memburu saham-saham infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Namun, seiring konflik di Timur Tengah yang kini memasuki minggu kelima, para pemodal mulai mengurangi aset berisiko mereka.

Sebelumnya, indeks MSCI Asia sempat melonjak 15% sejak awal tahun hingga mencapai rekor tertinggi pada 27 Februari, jauh melampaui performa saham global lainnya. Kini, keuntungan tersebut menguap seketika. Proyeksi kebijakan moneter yang lebih ketat serta terganggunya pasokan bahan baku utama memaksa para pelaku pasar untuk mengkaji ulang prospek pertumbuhan ekonomi mereka.

Grafik bursa saham Asia. (Sumber: Bloomberg)