Bursa Asia Bersiap Melemah, Pasar Waspadai Ancaman Trump ke Iran
News
31 March 2026 06:20

Toby Alder - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Asia diprediksi akan mengikuti pelemahan bursa AS pada perdagangan Selasa (31/3), memperpanjang aksi jual akibat kekhawatiran eskalasi perang di Iran. Di sisi lain, harga obligasi pemerintah AS (Treasury) menguat setelah Gubernur Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell meredam kekhawatiran risiko inflasi jangka pendek akibat lonjakan harga energi.
Kontrak berjangka (futures) indeks saham di Jepang, Korea Selatan, dan Hong Kong terpantau melemah, sementara Australia bergerak naik tipis. Di Wall Street, indeks S&P 500 ditutup pada level terendah sejak Agustus dan kini hanya terpaut kurang dari 1% dari zona koreksi teknis. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terus melanjutkan kenaikan pada pembukaan pagi ini. Dolar AS menguat pada Senin.
Obligasi AS mulai pulih dari tren penjualan bulanan terburuknya sejak 2024 setelah Jerome Powell menyatakan bahwa ekspektasi inflasi jangka panjang masih terkendali. Pernyataan ini memicu pedagang untuk menghapus taruhan pada kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Ekspektasi inflasi dinilai "tetap terjangkar dengan baik di luar jangka pendek," ujar Powell pada Senin. Ia menambahkan bahwa meskipun pembuat kebijakan mungkin perlu merespons dampak konflik, langkah tersebut belum diperlukan untuk saat ini.

























