S&P 500 Dekati Wilayah Koreksi Akibat Ancaman Trump ke Iran
News
31 March 2026 05:20

Alexandra Semenova - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Amerika Serikat (AS) berbalik arah pada perdagangan Senin (30/3), memperdalam aksi jual yang memicu tren kerugian mingguan terpanjang sejak 2022. Hal ini terjadi di tengah kekhawatiran akan eskalasi perang setelah lebih banyak pasukan Amerika tiba di Iran.
Indeks S&P 500 merosot 0,4%, menghapus penguatan 0,9% yang sempat diraih pada awal sesi. Indeks acuan tersebut ditutup pada level terendah sejak Agustus dan kini hanya terpaut kurang dari 1% dari wilayah koreksi teknis. Sementara itu, indeks Nasdaq 100 anjlok 0,8% setelah resmi memasuki zona koreksi pada Jumat lalu.
Gedung Putih mengancam akan meningkatkan serangan terhadap Iran, termasuk menyasar infrastruktur energi sipil yang krusial. Hingga kini, belum ada tanda-tanda deeskalasi meskipun Presiden Donald Trump mengklaim adanya kemajuan dalam pembicaraan damai. Melalui unggahan di media sosial, Trump mengancam akan menghancurkan aset energi Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali.
Investor juga tengah mencerna pesan yang beragam dari Gubernur Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. Bos bank sentral AS tersebut menyatakan bahwa The Fed akan berupaya mencapai target inflasi 2%, namun ia mengakui pihaknya memiliki kendali yang terbatas atas guncangan pasokan, seperti lonjakan harga energi akibat gejolak di Timur Tengah belakangan ini.


























